Pemkot Bandung Genjot Penanganan Sampah
- 28 Apr 2026 13:34 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mengintensifkan berbagai upaya penanganan sampah sebagai respons atas meningkatnya keluhan masyarakat. Melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, sejumlah program strategis digulirkan, mulai dari pengolahan sampah organik hingga penguatan budaya kebersihan di tingkat warga. Upaya tersebut dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.
Kepala DLH Kota Bandung, Darto, mengungkapkan salah satu program unggulan yang tengah dijalankan adalah Gaslah (Gerakan Sampah Kelar di Wilayah). Sejak diluncurkan pada akhir Januari 2026, program ini menunjukkan hasil signifikan dengan capaian pengolahan sampah yang melampaui target harian.
“Target kita 40 ton per hari, tapi capaian terbaru sudah mencapai 62 ton. Rata-rata harian berkisar antara 45 hingga 62 ton,” ujar Darto, Selasa 28 April 2026.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator bahwa pengolahan sampah organik mulai menemukan pola yang efektif dalam mengurangi beban sampah kota. Program Gaslah juga dinilai mampu mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah di tingkat kewilayahan.
Selain Gaslah, Pemkot Bandung juga menggulirkan program Sasapu yang dilaksanakan setiap Minggu subuh. Kegiatan ini menyasar titik-titik strategis di seluruh kota sebagai langkah preventif untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya pengelolaan sampah.
Di sisi lain, pembangunan kompos pit atau lubang kompos terus diperluas. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.473 unit kompos pit telah terdata dengan potensi menyerap hingga 60 ton sampah organik per hari. Infrastruktur ini diharapkan mampu menjadi solusi pengolahan sampah berbasis sumber di tingkat masyarakat.
Meski berbagai langkah telah dilakukan, Darto mengakui persoalan sampah di Kota Bandung belum sepenuhnya teratasi. Tantangan ke depan diperkirakan semakin besar seiring rencana penutupan TPA Sarimukti pada 1 Agustus 2026.
Saat ini, volume sampah Kota Bandung yang dikirim ke TPA Sarimukti masih berada di kisaran 1.100 ton per hari, meski pengiriman tidak dilakukan setiap hari, seperti pada hari Minggu.
“Kita harus bersiap. Penutupan Sarimukti ini menjadi perhatian serius. Jangan sampai menimbulkan persoalan yang lebih besar,” tegasnya.
Ke depan, Pemkot Bandung berkomitmen untuk terus menekan volume sampah yang dibuang ke TPA dengan memperkuat pengolahan di hulu, memperluas infrastruktur pengolahan, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah.“Persoalan sampah ini tidak bisa ditangani oleh pemerintah saja. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk peran aktif masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....