Milangkala Desa Gudang Kahuripan ke-47: Tradisi Syukur yang Hidupkan Budaya
- 27 Apr 2026 18:36 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Lembang - Perayaan Milangkala Desa di wilayah Jawa Barat kembali menjadi bukti kuatnya tradisi lokal yang terus dijaga lintas generasi. Seperti yang terlihat dalam Milangkala ke-47 Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, yang digelar meriah selama dua hari pada 25–26 April 2026 di Lapangan Sinapeul.
Ribuan warga tampak antusias menghadiri rangkaian acara yang tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan. Tradisi Milangkala sendiri merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus penghormatan terhadap para pendiri desa, yang dikemas dalam nuansa seni dan budaya Sunda.
Beragam pertunjukan seni budaya mewarnai perayaan, mulai dari kreasi seni tiap wilayah, atraksi sisingaan, hingga penampilan artis lokal dan ternama. Puncak acara ditutup dengan pertunjukan wayang golek yang selalu menjadi magnet bagi masyarakat.
Kepala Desa Agus Karyana menerangkan bahwa Milangkala bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum penting dalam menjaga warisan budaya. Ia berharap kegiatan ini mampu menjadi ruang edukasi budaya bagi generasi muda sekaligus memperkuat nilai kebersamaan warga.
Selain aspek budaya, perayaan ini juga memberi dampak ekonomi. Kehadiran pasar UMKM selama acara berlangsung membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan pendapatan.
“Kami berharap Milangkala ini memberikan manfaat nyata, baik dari sisi pelestarian budaya maupun pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya, Minggu 26 April 2026.
Mengusung tema “Sacangreud Pageuh Sagilek Pangkek, Bakti Satia ka Nagri Bela Pati Ka Nagara,” perayaan ini menekankan pentingnya persatuan, tekad, dan loyalitas dalam membangun desa. Semangat gotong royong yang tercermin dalam seluruh rangkaian acara menjadi kekuatan utama dalam menjaga keharmonisan masyarakat.
Milangkala ke-47 Desa Gudang Kahuripan pun menjadi cerminan bagaimana tradisi lokal tetap relevan di tengah perkembangan zaman—tidak hanya sebagai simbol budaya, tetapi juga sebagai penggerak sosial dan ekonomi warga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....