Pengajian Rutin RRI Bandung Santuni 35 Anak Yatim, Perkuat Kedekatan Pendengar

  • 26 Apr 2026 12:53 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Radio Republik Indonesia (RRI) Bandung kembali menggelar kegiatan pengajian rutin yang dirangkaikan dengan santunan bagi anak yatim, Minggu 26 April 2026. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 35 anak yatim menerima santunan sebagai bentuk kepedulian sosial dari keluarga besar pendengar RRI.

‎Pengisi acara “Mutiara Pagi” RRI Bandung, Asep Anom, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin bulanan yang melibatkan para pendengar setia RRI. Selain sebagai sarana ibadah, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antarpendengar.

‎“Ini adalah pengajian rutin para pendengar RRI Bandung yang insya Allah dilaksanakan setiap bulan. Selain diadakan di lingkungan RRI, kegiatan ini juga bisa digelar di kecamatan-kecamatan atas permintaan pendengar,” ujar Asep Anom di RRI Bandung, minggu 26 April 2026.


‎Ia menambahkan, fleksibilitas lokasi pengajian menjadi salah satu upaya untuk menjangkau lebih banyak masyarakat. Para pendengar yang berada di wilayah kecamatan dapat mengajukan permohonan agar kegiatan serupa diselenggarakan di daerah mereka.

‎“Kalau ada permintaan dari kecamatan, pengajian rutinnya bisa dipindahkan ke sana. Harapannya, jemaah yang hadir bisa lebih banyak dan kegiatan ini semakin luas manfaatnya,” katanya.

‎Untuk mendukung pengembangan kegiatan di tingkat wilayah, dalam kesempatan tersebut juga dikukuhkan koordinator kecamatan. Koordinator ini bertugas mengoordinasikan berbagai aktivitas pendengar RRI di daerahnya, termasuk penyelenggaraan pengajian, tabligh akbar, hingga kunjungan komunitas pendengar.

‎“Koordinator kecamatan ini akan menjadi penggerak kegiatan di wilayah masing-masing. Misalnya jika ada tabligh akbar atau kegiatan pendengar, kami dari RRI juga akan mendukung, termasuk dengan atribut seperti umbul-umbul agar kegiatan tersebut terlihat sebagai bagian dari RRI Bandung,” jelasnya.

‎Menurut Asep Anom, seluruh kegiatan ini mengusung semangat “dari pendengar, oleh pendengar, untuk pendengar”. Dengan konsep tersebut, diharapkan keterlibatan masyarakat semakin kuat dan rasa memiliki terhadap RRI semakin meningkat.

‎“Tujuan utamanya adalah mendekatkan pendengar dengan RRI Bandung sekaligus mempererat silaturahmi. Dengan begitu, hubungan antara RRI dan pendengar menjadi semakin erat,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....