Sinergitas Antar Industri Mendorong Kemandirian Industri Pertahanan 2026

  • 26 Apr 2026 11:42 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Direktur Utama Holding Industri Pertahanan, DEFEND ID, Prof. Joga Dharma Setiawan, Ph.D., menegaskan penguatan riset, inovasi, serta penguasaan teknologi menjadi kunci dalam mendorong kemandirian Industri Pertahanan. Yaitu yang harus di topang oleh kolaborasi erat antar industri, pemerintah, dan TNI.

“Karena itu, regenerasi kepemimpinan, penguatan manajemen, dan penerapan strategi yang terarah menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan industri ini. Kita membutuhkan pemimpin-pemimpin yang mampu membaca perubahan, mengambil keputusan strategis, dan membawa industri pertahanan Indonesia melangkah lebih maju. DEFEND ID harus menjadi line of departure, titik awal sekaligus posisi terdepan dalam mendorong kemajuan industri pertahanan nasional," ujar Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, Minggu 26 April 2026.

Menurutnya, jika dulu kita melihat industri pertahanan berjalan di bawah, hari ini kita melihatnya mulai berdiri di atas. Ini adalah sinyal kemajuan dan meningkatnya kepercayaan, yang harus dijaga dan diperkuat. Momentum ini tidak boleh berhenti sebagai simbol, tetapi harus diterjemahkan dalam langkah konkret melalui penguatan sinergi, pemusatan kekuatan nasional, dan orientasi ke depan, agar Indonesia benar-benar memiliki industri pertahanan yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing global.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Menteri Pertahanan RI, Donny Ermawan, menekankan bahwa kemandirian industri pertahanan merupakan prasyarat utama dalam menjaga kedaulatan nasional. Menurutnya, modernisasi alutsista, penguatan organisasi yang efisien, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia harus berjalan beriringan. “Kekuatan pertahanan tidak hanya soal alat utama sistem senjata, tetapi juga tentang kemampuan bangsa untuk berdiri di atas kaki sendiri,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Asset Management Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa langkah strategis DEFEND ID harus selaras dengan arah kebijakan pemerintah, khususnya dalam mendorong transformasi ekonomi nasional. “Sebagai BUMN, DEFEND ID memiliki peran ganda tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai instrumen negara dalam memperkuat kemandirian industri strategis,” demikian disampaikannya.

Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan ini diisi dengan paparan arah kebijakan industri pertahanan, diskusi strategis lintas pimpinan, serta berbagi praktik terbaik dari para Direktur Utama di lingkungan DEFEND ID. Sejumlah narasumber dari berbagai lembaga turut memberikan perspektif terkait transformasi industri, tata kelola, pengembangan SDM, hingga tantangan geopolitik global.

Selain merumuskan rencana kerja yang lebih terintegrasi dan implementatif, program ini juga difokuskan pada penguatan karakter kepemimpinan, peningkatan kapasitas pengambilan keputusan strategis, serta pembangunan kolaborasi yang solid di dalam ekosistem DEFEND ID. Melalui momentum HUT ke-4 ini, DEFEND ID menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi tulang punggung industri pertahanan nasional tidak hanya dalam menjaga kedaulatan negara, tetapi juga sebagai motor penggerak kemandirian ekonomi berbasis teknologi strategis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....