BPBD Cimahi Petakan 270 RW Rawan Kekeringan saat Kemarau Ekstrem

  • 24 Apr 2026 14:40 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi mulai mempersiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau ekstrem akibat fenomena El Nino. Pemetaan wilayah rawan kekeringan dilakukan sebagai dasar penanganan krisis air bersih di berbagai titik.

Dari total 312 RW di 15 kelurahan, sebagian besar wilayah diperkirakan berpotensi mengalami kesulitan air bersih. Data tersebut dihimpun berdasarkan pengalaman musim kemarau pada tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan peta kerawanan dan pengalaman musim kering dari total 312 RW, sekitar 270 RW itu ada laporan kekeringan, kesulitan air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fitriandy Kurniawan, menyebut kondisi tersebut menunjukkan tingkat kerawanan yang cukup tinggi. Oleh karena itu, pihaknya menyiapkan strategi respons cepat jika terjadi laporan kekeringan di masyarakat.

BPBD Cimahi akan menggandeng Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) serta Perumda Tirta Raharja dalam penyediaan air bersih. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memastikan distribusi air dapat menjangkau wilayah terdampak.

“Apabila ada laporan kekurangan air bersih, kami akan koordinasi dengan pihak terkait seperti DPKP untuk memasok air bersih.” ujar Fitriandy, Jumat 24 April 2026.

Selain penanganan krisis air, BPBD juga memperkuat koordinasi lintas instansi untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan dampak kekeringan bagi masyarakat Kota Cimahi.

“Harapannya dengan langkah tersebut bisa meminimalisir dampak kekeringan di Kota Cimahi,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....