Bulog Bandung Pastikan Stok Beras Nasional Aman, Capai 5 Juta Ton

  • 24 Apr 2026 14:38 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Perum Bulog kembali menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Hingga saat ini, stok beras nasional yang dikelola Bulog telah mencapai 5 juta ton, sebuah capaian monumental yang mencerminkan keberhasilan program swasembada pangan sekaligus memperkuat stabilitas pasokan dan harga beras di seluruh Indonesia.

‎Capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, serta seluruh jajaran Bulog di berbagai wilayah. Optimalisasi penyerapan gabah dan beras dari petani dalam negeri menjadi kunci utama dalam memperkuat cadangan beras pemerintah, sekaligus memberikan kepastian pasar dan meningkatkan kesejahteraan petani.

‎Di sisi lain, pengelolaan stok yang terencana serta distribusi yang tepat sasaran turut memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga di tengah berbagai dinamika, baik faktor musiman maupun fluktuasi pasar.

‎Di tingkat regional, Bulog Kantor Cabang Bandung terus memperkuat perannya dalam menjaga stabilitas pangan di wilayah Bandung dan sekitarnya. Hingga saat ini, stok beras yang dikelola mencapai 26 ribu ton, yang tersebar di sejumlah gudang strategis dengan kondisi terjaga dan siap didistribusikan kapan saja.

‎Ketersediaan stok tersebut tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan rutin masyarakat, tetapi juga sebagai cadangan strategis dalam menghadapi potensi gejolak harga, bencana alam, maupun lonjakan permintaan pada momen tertentu seperti hari besar keagamaan. Dengan manajemen stok yang baik, Bulog Bandung mampu menjaga keseimbangan antara ketersediaan dan stabilitas harga di pasar.

‎Pimpinan Cabang Bulog Bandung, Yanto Nurdiyanto, menegaskan pihaknya akan terus memperkuat langkah-langkah strategis guna memastikan pasokan tetap aman dan terjangkau.

‎“Capaian stok ini menunjukkan bahwa Bulog, khususnya di Bandung, dalam kondisi siap menjaga stabilitas pangan. Saat ini kami memiliki stok sekitar 26 ribu ton, dan itu cukup untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Ke depan, kami akan terus memperkuat pasokan melalui peningkatan penyerapan gabah dan beras dari petani, serta memastikan distribusi berjalan lancar agar harga tetap stabil dan terjangkau,” ujar Yanto, Jumat 24 April 2026.

‎Lebih lanjut, Bulog Bandung juga mengintensifkan koordinasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan guna memastikan distribusi berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran. Program strategis seperti stabilisasi pasokan dan harga pangan, penyaluran beras ke pasar tradisional, hingga intervensi pasar terus dioptimalkan untuk menjaga daya beli masyarakat.

‎Selain itu, Bulog berkomitmen melakukan inovasi dalam sistem distribusi dan pengelolaan logistik pangan agar mampu merespons cepat setiap dinamika di lapangan.

‎Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung visi besar Indonesia menuju kemandirian pangan yang berkelanjutan.

‎“Dengan dukungan stok nasional yang kuat serta penguatan peran di tingkat daerah, Bulog optimistis dapat terus menjaga stabilitas pangan, mengendalikan inflasi dari sektor pangan, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok,” tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....