Peringatan 80 Tahun BLA, Warga Hidupkan Semangat Juang Hadapi Krisis Sampah

  • 23 Apr 2026 09:39 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar upacara peringatan ke-80 peristiwa bersejarah Bandung Lautan Api pada Kamis, 23 April 2026. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Plaza Balai Kota Bandung dan dihadiri berbagai tokoh penting serta elemen masyarakat.

‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa peringatan tahun ini baru dapat dilaksanakan pada April karena pada Maret lalu pemerintah dan masyarakat masih fokus pada perayaan Idul Fitri.

‎“Upacara peringatan Bandung Lautan Api ke-80 memang baru digelar bulan ini. Alhamdulillah, banyak tokoh hadir, termasuk dua mantan wali kota, para tokoh masyarakat, serta legion veteran. Ini menjadi momentum penting, terutama bagi generasi muda yang tampil luar biasa sebagai pasukan pengibar bendera,” ujar Farhan di Balai kota Bandung , kamis 23 April 2026.


‎Ia menegaskan, peringatan Bandung Lautan Api bukan sekadar seremoni, tetapi juga ajakan untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan para pahlawan tahun 1946 dalam menghadapi tantangan masa kini.

‎Menurutnya, salah satu persoalan terbesar yang dihadapi Kota Bandung saat ini adalah masalah sampah. Farhan mengungkapkan, setiap hari masih terdapat sekitar 200 ton sampah yang belum terangkut, sehingga menyebabkan penumpukan di berbagai titik kota.

‎“Di hari Bandung Lautan Api ini, saya mengajak warga Bandung untuk mengingat kembali semangat perjuangan 1946 sebagai modal menghadapi tantangan, termasuk persoalan sampah yang kini menjadi salah satu yang terberat,” katanya.

‎Farhan menjelaskan, penumpukan sampah yang terjadi saat ini bukan semata akibat kelalaian pengangkutan, melainkan adanya pembatasan distribusi sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA). Hal ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti pada akhir tahun.

‎Sebagai langkah antisipatif, Pemkot Bandung terus mempercepat pengolahan sampah dari hulu. Upaya tersebut mencakup pengelolaan di tingkat kewilayahan hingga kawasan komersial seperti pasar, hotel, dan pusat perbelanjaan.

‎Selain itu, pemerintah juga berencana membangun sedikitnya 24 titik fasilitas pengolahan sampah baru dengan berbagai teknologi, mulai dari teknologi termal hingga pengolahan sampah organik. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi bahkan menghilangkan kelebihan timbulan sampah harian yang mencapai ratusan ton.

‎“Kita memang sedang menghadapi ‘lautan sampah’, terutama setelah libur Lebaran yang meningkatkan volume sampah, termasuk yang berasal dari luar Kota Bandung,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....