Bupati Tegaskan Kolaborasi Kunci Atasi Banjir Tata Ruang

  • 21 Apr 2026 21:47 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Bupati Bandung, Dadang Supriatna (KDS) menekankan pentingnya kolaborasi lintas wilayah Bandung Raya sebagai kunci utama. Yaitu dalam menyelesaikan berbagai persoalan strategis yang dihadapi Kabupaten Bandung, khususnya banjir, kemacetan, sampah, dan tata ruang.

Menurut KDS, kompleksitas persoalan di Kabupaten Bandung tidak dapat diselesaikan secara parsial oleh satu daerah saja. Mengingat keterkaitan historis dan geografis kawasan Bandung Raya yang meliputi Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Persoalan banjir, kemacetan, sampah, dan tata ruang ini harus diselesaikan bersama. Kami siap berkolaborasi, termasuk menyiapkan dukungan anggaran,” tegasnya, Selasa 21 April 2026.

Ia menilai, semangat kebersamaan yang pernah menjadi kekuatan Kabupaten Bandung di masa lalu perlu kembali dihidupkan untuk menjawab tantangan pembangunan saat ini. Dengan sinergi antardaerah, diharapkan berbagai isu strategis dapat ditangani secara lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Di sisi lain, KDS juga memaparkan bahwa pembangunan daerah terus diarahkan pada penguatan ekonomi masyarakat. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung menunjukkan tren positif, dari minus 7,5 persen pada 2021 menjadi 6,38 persen pada 2025, yang ditopang sektor industri, pertanian, pariwisata, dan UMKM.

Selain itu, Pemkab Bandung juga memperkuat fondasi pembangunan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Yaitu di antaranya melalui program beasiswa BESTI, penguatan tenaga kesehatan, serta dukungan terhadap program nasional seperti Sekolah Rakyat dan koperasi desa/kelurahan merah putih.

KDS juga menyoroti persoalan kemiskinan ekstrem yang masih terjadi di sejumlah wilayah, seperti Pangalengan dan Pacira. Ia menyebut, kondisi tersebut banyak dialami oleh pensiunan dengan penghasilan terbatas, sehingga membutuhkan intervensi kebijakan yang lebih komprehensif, termasuk dalam program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....