ISBI Bandung Fasilitasi 8.247 Peserta UTBK-SNBT 2026, Hadirkan Layanan Inklusif

  • 21 Apr 2026 16:41 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung kembali dipercaya sebagai salah satu pusat pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) tahun 2026. Pelaksanaan ujian berlangsung selama 10 hari (21-30 April 2026) dengan dua sesi setiap harinya, menghadirkan layanan ujian yang terintegrasi, aman, dan inklusif bagi seluruh peserta.

Ketua Pelaksana UTBK-SNBT ISBI Bandung Indra Ridwan menerangkan, pelaksanaan ujian dilakukan di dua lokasi, yakni Kampus ISBI Bandung dan Universitas Teknologi Bandung (UTB) sebagai mitra, dengan total 18 ruang ujian yang terdiri dari 10 ruang di ISBI Bandung dan 8 ruang di UTB. ISBI Bandung menyediakan kapasitas hingga 8.400 kursi, dengan jumlah peserta terdaftar sebanyak 8.247 orang dari berbagai daerah.

“Peserta diminta segera melapor ke panitia jika mengalami keluhan sebelum atau saat ujian berlangsung. Pada pelaksanaan tahun ini, ISBI Bandung juga menerima 20 peserta disabilitas, hal ini menjadi perhatian khusus dalam menyediakan layanan yang aksesibel dan ramah disabilitas, sehingga seluruh peserta dapat mengikuti ujian secara setara,” kata indra, di ruang Rektorat ISBI Bandung, Selasa 21 April 2026.

Selain itu, kata Indra, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, mewaspadai adanya joki dalam pelaksanaan UTBK-SNBT tahun 2026. Selama itu pihak ISBI Bandung sudah melakukan antisipasi adanya joki karena kasus ini pernah terjadi pada tahun lalu.

Setelah adanya kejadian itu, ISBI Bandung meningkatkan kewaspadaan. Salah satu yang dilakukan mencocokan foto dan nama peserta yang akan mengikuti UTBK-SNBT sebelum ujian dilaksanakan.

"Tahun ini, ketika ada nama yang dicurigai, maka kita coba buka media sosialnya, sama tidak nama dengan fotonya. Tadi ada beberapa nama muncul, di media sosial kita cek dan namanya sama dan itu bisa dipastikan betul peserta, itu salah satu upaya kami yang bisa dilakukan untuk antisipasi kecurangan ini," ujar Indra.

Jumlah peserta meningkat dari tahun lalu yang berjumlah 6.603 orang. ISBI Bandung telah menyiapkan berbagai aspek teknis dan nonteknis sesuai Prosedur Operasional Baku (POB) UTBK 2025, mulai dari ruang ujian ber-AC, ruang transit peserta yang nyaman, musala, ketersediaan perangkat komputer, jaringan internet yang stabil, sistem pengawasan berbasis CCTV, hingga dukungan teknis dari tim IT yang siaga selama pelaksanaan ujian.

Selain itu, pengawasan juga dilakukan secara ketat oleh panitia. Setiap peserta wajib melewati beberapa tahap pemeriksaan, yakni: pemeriksaan awal di gerbang masuk, kemudian pemeriksaan di ruang transit, dan pemeriksaan terakhir sebelum memasuki ruang ujian guna memastikan integritas pelaksanaan ujian tetap terjaga.

Sebagai bentuk komitmen terhadap kualitas pelaksanaan, ISBI Bandung memastikan kesiapan sarana dan prasarana, termasuk dukungan infrastruktur teknologi serta sistem pengawasan yang ketat. Untuk menjaga stabilitas pelaksanaan ujian, ISBI Bandung bekerja sama dengan PLN ULP Prima Priangan UP3 Bandung dalam menjamin pasokan listrik yang stabil selama ujian berlangsung.

Dari sisi keamanan dan ketertiban, ISBI Bandung juga berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor Bojongloa Kidul dan Kepolisian Sektor Lengkong guna menciptakan lingkungan ujian yang aman dan kondusif. Sementara itu, dukungan layanan kesehatan disiapkan dengan tenaga medis dan ambulans yang siaga di lokasi ujian.

Melalui penyelenggaraan UTBK-SNBT 2026 ini, ISBI Bandung terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi negeri yang tidak hanya unggul di bidang seni dan budaya, tetapi juga adaptif dalam mendukung sistem pendidikan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....