Kota Bandung Kejar Pengolahan Sampah 600 Ton Per Hari
- 21 Apr 2026 14:39 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung bergerak cepat menghadapi kebijakan penutupan sistem open dumping oleh pemerintah pusat pada akhir 2026. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa waktu yang tersedia semakin terbatas, sehingga berbagai langkah percepatan pengolahan sampah kini tengah disiapkan.
“Akhir tahun 2026 open dumping akan ditutup oleh pemerintah pusat, maka kita harus sudah siap. Waktu kita hanya delapan bulan,” ujar Farhan, Selasa 21 April 2026.
Sebagai langkah awal, Pemkot Bandung menargetkan dalam tiga bulan ke depan mampu mengolah tambahan 300 ton sampah per hari di dalam kota. Dengan capaian tersebut, total kapasitas pengolahan sampah di Bandung diharapkan meningkat menjadi 600 ton per hari.
Farhan mengakui, saat ini Kota Bandung tengah menghadapi ancaman krisis sampah yang semakin nyata. “Sampah di Kota Bandung sekarang ini kita sedang menghadapi krisis yang pasti akan datang,” katanya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkot Bandung telah menetapkan 36 lahan milik pemerintah kota yang akan dialihfungsikan menjadi fasilitas pengolahan sampah. Lahan-lahan tersebut akan digunakan untuk berbagai teknologi pengolahan, baik untuk sampah organik maupun non-organik.
Dari sisi timbulan sampah, Farhan mengungkapkan bahwa produksi resmi sampah Kota Bandung mencapai sekitar 1.500 ton per hari. Namun, angka tersebut bisa meningkat hingga 1.800 ton per hari akibat adanya sampah ilegal, aktivitas pariwisata dan event, serta kiriman sampah dari aliran sungai.
Saat ini, kapasitas pengolahan sampah di dalam kota baru mencapai sekitar 300 ton per hari. Sementara itu, sekitar 1.000 ton sampah masih dikirim ke TPA Sarimukti untuk diproses. Artinya, masih terdapat sekitar 500 ton sampah per hari yang belum tertangani secara optimal.
Dengan target tambahan 300 ton dalam tiga bulan ke depan, total sampah yang bisa diolah akan meningkat menjadi 600 ton per hari. Namun demikian, Pemkot Bandung masih harus mencari solusi lanjutan untuk menangani sisa timbulan sampah yang belum terkelola.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Pemkot Bandung juga menyatakan komitmen kuat terhadap pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), termasuk proyek Legok Nangka dan TPA Sarimukti.
Selain itu, Pemkot Bandung bersama pemerintah pusat, khususnya Kementerian Lingkungan Hidup, tengah menjajaki kemungkinan pembangunan fasilitas waste to energy (WTE) baru di wilayah Kabupaten Bandung.
“Kami akan mencari kemungkinan untuk membangun satu titik lagi untuk WTE di daerah Kabupaten Bandung,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....