DP3A Bandung: Pekka Bersinar untuk Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga

  • 21 Apr 2026 12:31 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-147, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung meluncurkan program “Pekka Bersinar” (Perempuan Kepala Keluarga Berdaya, Sinergi, dan Sejahtera). Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah kota dalam memastikan perempuan, khususnya ibu tunggal, memiliki kemandirian ekonomi dan sosial.

‎Peluncuran program tersebut dilakukan dalam rangkaian peringatan Hari Kartini Tingkat Kota Bandung Tahun 2026 yang digelar di Pendopo Kota Bandung, Selasa 21 April 2026.

‎Kepala DP3A Kota Bandung, Uum Sumiati, mengungkapkan bahwa program ini hadir sebagai bentuk perhatian terhadap tingginya jumlah perempuan yang menjadi kepala keluarga di Kota Bandung.

‎“Berdasarkan data administratif, terdapat sekitar 183 ribu kepala keluarga perempuan di Kota Bandung. Dari total sekitar 800 ribu kepala keluarga, jumlah tersebut mencapai kurang lebih 21,4 persen,” ujar Uum usai kegiatan Hari Kartini di Pendopo kota Bandung, selasa 21 April 2026.

‎Ia menjelaskan, program Pekka Bersinar tidak hanya menyasar perempuan yang berstatus ibu tunggal, tetapi juga perempuan yang secara ekonomi menjadi tulang punggung keluarga, meskipun masih memiliki pasangan. Kondisi tersebut bisa disebabkan berbagai faktor, seperti pasangan yang sakit, tidak produktif, atau mengalami kecelakaan kerja.

‎Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, DP3A telah menyiapkan sejumlah langkah konkret, salah satunya melalui pelatihan vokasional. Dalam tiga tahun terakhir, sedikitnya 800 hingga 900 perempuan telah mengikuti pelatihan yang mencakup keterampilan menjahit, tata rias, hingga kuliner dan katering.

‎“Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas. Ke depan, kami akan menginventarisasi seluruh peserta untuk mengukur efektivitas program, sekaligus memperkuat jejaring dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk sektor industri dan koperasi UMKM,” jelasnya.

‎Selain pelatihan, DP3A juga akan membentuk kelompok-kelompok perempuan kepala keluarga di setiap kecamatan. Kelompok ini nantinya memiliki subkoordinator yang bertugas memetakan potensi usaha dan kebutuhan pemberdayaan di wilayah masing-masing.

‎Tak hanya itu, program ini juga memberikan dukungan dalam hal legalitas usaha. Perempuan yang belum memiliki izin usaha akan difasilitasi agar dapat mengakses perizinan secara resmi, sehingga mampu mengembangkan usahanya secara lebih luas.

‎“Pendampingan juga kami lakukan melalui tenaga pendamping yang sudah ada. Saat ini, pendataan baru mencakup sekitar 3 ribu perempuan, dan ke depan akan terus kami tingkatkan agar seluruh sasaran program dapat terdata dan terlayani," katanya.

‎Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa peluncuran program Pekka Bersinar merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mewujudkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di Kota Bandung.

‎“Momentum Hari Kartini ini menjadi pengingat bahwa perempuan harus memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berdaya. Program ini diharapkan mampu memperkuat peran perempuan, khususnya sebagai kepala keluarga,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....