Peringati Kartini, Yayasan Amarta Pelita Insani Gelar Vaksinasi Penjamah Makanan

  • 21 Apr 2026 11:40 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Yayasan Amarta Pelita Insani bersama RSP Rotinsulu Bandung dan BNN Kota Bandung menggelar kegiatan bertema “Kartini Masa Kini Lebih Berkompetensi”. Kegiatan ini dirangkaikan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), edukasi kesehatan, serta vaksinasi Hepatitis dan Influenza.

Kegiatan tersebut berlangsung di SPPG Cisaranten Kulon 03, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Acara ini menyasar para penjamah makanan sebagai bagian penting dalam rantai penyediaan pangan sehat bagi masyarakat.

Ketua Umum Yayasan Amarta Pelita Insani sekaligus Mitra SPPG Cisaranten Kulon 03, Selfana Gunawan mengatakan kegiatan ini memanfaatkan momentum Hari Kartini untuk meningkatkan kesadaran perempuan terhadap pentingnya kesehatan, khususnya dalam pengolahan makanan.

“Dapur SPPG Cisaranten Kulon 03 dipilih sebagai lokasi kegiatan karena mayoritas relawan di tempat tersebut adalah perempuan. Hal ini dinilai sejalan dengan semangat Kartini dalam pemberdayaan perempuan masa kini,” ujar Selfana. Selasa 21 April 2026.

Selama ini perhatian lebih banyak difokuskan pada aspek fisik dan infrastruktur dapur. Namun kesehatan para penjamah makanan juga menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan.

Selfana menekankan bahwa penjamah makanan harus dipastikan dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit menular seperti Hepatitis dan TBC. Hal ini penting untuk mencegah potensi penularan kepada penerima manfaat, khususnya anak-anak di sekolah.

“Jika satu saja penjamah makanan terinfeksi, maka risiko penularan bisa meluas ke banyak pihak, termasuk seluruh penerima manfaat,” ucapnya.

Ia menambahkan, kegiatan vaksinasi ini merupakan langkah awal yang diharapkan dapat menjadi percontohan bagi dapur-dapur lain di Indonesia dalam menjaga keamanan pangan.

Sebanyak 21 orang mengikuti vaksinasi dalam kegiatan ini, yang terdiri dari penjamah makanan seperti koki dan petugas pemorsian.

“Dari jumlah tersebut, sekitar 80 persen merupakan perempuan,” jelasnya.

Selain vaksinasi, kegiatan juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan dasar dan edukasi terkait penyakit menular. Namun, prioritas utama tetap diberikan kepada penjamah makanan yang berinteraksi langsung dengan makanan.

Sementara itu, Kepala KPPG Bandung, Ramzi, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan vaksinasi tersebut. Menurutnya, aspek keamanan pangan harus dijaga dari hulu hingga hilir, termasuk kesehatan para petugas yang terlibat.

“Penyakit seperti Hepatitis berpotensi menular dan dapat berdampak pada keamanan pangan. Oleh karena itu, vaksinasi dinilai sebagai langkah preventif untuk meminimalkan risiko yang tidak diinginkan,” kata Ramzi.

Ia menyebutkan, kegiatan serupa di wilayah Bandung merupakan yang pertama kali diterimanya. Ke depan, ia berharap program ini dapat diterapkan di berbagai daerah lainnya.

Di sisi lain, Kepala Instalasi Rawat Jalan RSP Rotinsulu, dr. Dahlia Qadarsih, menyampaikan bahwa vaksinasi yang diberikan meliputi Hepatitis dan Influenza, sementara TBC difokuskan pada edukasi dan skrining.

“TBC merupakan penyakit menular melalui udara yang berisiko tinggi dalam lingkungan kerja dengan interaksi dekat, seperti dapur pengolahan makanan,” jelas dr.Dahlia.

Ia menambahkan, skrining dilakukan untuk mendeteksi dini potensi penularan. Jika ditemukan kasus positif, maka akan dilakukan pengobatan dan penyesuaian aktivitas kerja guna mencegah penyebaran lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....