Disdagin Kota Bandung Harga Pangan di Pasar Tradisional Fluktuatif
- 20 Apr 2026 13:27 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pergerakan harga sejumlah komoditas pangan di Kota Bandung masih menunjukkan fluktuasi, meski secara umum kondisi pasar dinilai tetap stabil dan terkendali. Beberapa bahan pokok seperti beras, telur, daging ayam, dan daging sapi terpantau berada pada kisaran harga normal di pasaran.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Rony Ahmad Nurudin, mengatakan dinamika harga paling terlihat pada komoditas sayuran, khususnya cabai. Menurutnya, perubahan harga ini dipengaruhi oleh pasokan dan permintaan yang terus bergerak di tingkat pasar.
“Di sisi lain, beberapa komoditas mengalami kenaikan, seperti cabai rawit hijau yang naik dari Rp51.000 menjadi Rp53.000 per kilogram, serta cabai merah keriting yang meningkat hingga Rp48.000 per kilogram,” ujar Rony, Senin 20 April 2026.
Meski demikian, tidak semua jenis cabai mengalami kenaikan. Sejumlah komoditas justru menunjukkan tren penurunan harga. Cabai rawit merah, misalnya, kini turun menjadi sekitar Rp73.000 per kilogram. Penurunan juga terjadi pada cabai hijau keriting serta bawang putih, masing-masing sekitar Rp4.000 dan Rp2.000 per kilogram.
Rony menjelaskan, fluktuasi harga pada komoditas hortikultura seperti cabai merupakan hal yang lazim terjadi, terutama karena faktor cuaca, distribusi, dan ketersediaan stok dari daerah pemasok.
“Perubahan harga ini masih dalam batas wajar. Yang terpenting adalah ketersediaan barang tetap terjaga di pasar,” katanya.
Pemerintah Kota Bandung, lanjut Rony, terus melakukan pemantauan rutin di sejumlah pasar tradisional dan modern guna memastikan stabilitas harga dan kelancaran distribusi. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengantisipasi lonjakan harga yang tidak terkendali.
“Secara keseluruhan masih aman dan terkendali. Kami akan terus melakukan monitoring untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....