Harga Plastik Naik, Imbau Warga Beralih ke Kantong Belanja Ramah Lingkungan
- 20 Apr 2026 12:19 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung menyoroti lonjakan harga plastik yang terjadi secara signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut kenaikan harga plastik bahkan mencapai hampir 10 kali lipat, sehingga berdampak langsung terhadap aktivitas perdagangan, baik di pasar tradisional maupun ritel modern.
Menurut Muhammad Farhan, kondisi tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap plastik sekali pakai. Ia pun mengimbau warga agar membawa kantong belanja sendiri yang dapat digunakan berulang kali.
“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk membawa kantong belanja sendiri yang dapat digunakan ulang, dan tidak memaksa pedagang menyediakan plastik, baik di pasar tradisional maupun ritel modern,” ujar Farhan, Senin 20 April 2026.
Ia menjelaskan, kenaikan harga plastik diduga berkaitan erat dengan kondisi pasokan minyak dunia. Plastik sendiri merupakan produk turunan petrokimia yang berbahan dasar minyak bumi dan gas. Ketika harga bahan baku tersebut meningkat, produksi plastik cenderung menurun sehingga berdampak pada kenaikan harga di pasaran.
Selain itu, Farhan juga mendorong masyarakat untuk mulai mengubah kebiasaan dalam pembelian makanan siap saji atau layanan pesan-antar, seperti GoFood, dengan membawa wadah sendiri guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
“Untuk pembelian makanan takeaway atau layanan seperti go-food, disarankan membawa wadah sendiri yang bisa digunakan ulang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Rony Ahmad Nurudin, menambahkan bahwa kenaikan harga plastik juga dipengaruhi oleh situasi geopolitik global yang berdampak pada bahan baku, termasuk nafta sebagai salah satu komponen utama produksi plastik.
Menurut Rony, kondisi ini justru menjadi peluang bagi Kota Bandung untuk mendorong penggunaan kantong belanja yang lebih ramah lingkungan dan tidak sekali pakai.
“Dengan kondisi saat ini ada hikmahnya. Kami ingin masyarakat mulai menggunakan kantong yang bukan sekali pakai,” ucapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa para pedagang mulai beradaptasi dengan situasi tersebut dengan menggunakan plastik secara lebih efisien. Jika sebelumnya penggunaan plastik cenderung berlebihan, kini mulai disesuaikan dengan kebutuhan.
“Biasanya penggunaan plastik asal-asalan, misalnya membeli cabai satu ons menggunakan plastik besar. Sekarang disesuaikan betul-betul, penggunaannya lebih efisien,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....