RSJ Jabar dan Disdik Wilayah VII Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa di Sekolah
- 20 Apr 2026 11:55 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung — Kesehatan jiwa dinilai memegang peranan krusial sebagai fondasi masa depan generasi penerus bangsa. Menyadari pentingnya hal tersebut, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jawa Barat menjalin sinergi dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII dalam kegiatan penguatan layanan kesehatan jiwa di lingkungan sekolah.
Kegiatan dihadiri Direktur RSJ Provinsi Jawa Barat, dr. Ferry Achmad Firdaus Mansoer, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII, Asep Yudi Mulyadi, serta Ketua MKKS SMA/SMK Kota Bandung-Cimahi. Kegiatan ini juga dihadiri ratusan kepala SMA dan SMK negeri maupun swasta.
Dalam sesi pemaparan, Nurhalimah dari Dinas Kesehatan Jabar menyoroti urgensi deteksi dini terhadap kesehatan jiwa di sekolah. Menurutnya, langkah ini semakin penting di tengah maraknya isu perundungan (bullying), perilaku menyakiti diri sendiri (self-harm), hingga kecanduan gawai di kalangan pelajar.
“Kesehatan jiwa siswa perlu mendapat perhatian serius melalui upaya promotif dan preventif yang terintegrasi dalam ekosistem sekolah,” ujarnya, dalam keterangannya, Minggu 19 April 2026.
Senada dengan hal tersebut, dr. Dini Indriany dari RSJ Jabar menjelaskan, bahwa kondisi jiwa yang sehat tidak hanya terbebas dari gangguan, tetapi juga mencakup kemampuan individu untuk berkembang secara fisik, mental, dan sosial.
“Kita perlu bersama-sama memutus stigma negatif terhadap gangguan jiwa agar siswa tidak takut untuk mencari bantuan,” katanya.
Dalam kegiatan ini, peran guru juga ditekankan sebagai garda terdepan dalam memberikan dukungan empati serta melakukan deteksi dini terhadap kondisi kesehatan mental siswa.
RSJ Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk mendukung peningkatan layanan kesehatan jiwa di sekolah. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan layanan komprehensif, mulai dari skrining mandiri menggunakan kuesioner SRQ dan SDQ, pembentukan Tim Reaksi Cepat (T-Rec), hingga fasilitas konsultasi jiwa online yang dapat diakses oleh siswa maupun tenaga pendidik.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta lingkungan sekolah yang lebih sehat secara mental, sekaligus mampu mendukung tumbuh kembang generasi muda secara optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....