Pemkot Bandung Klaim Minyakita dalam Kondisi Stabil
- 20 Apr 2026 11:40 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung memastikan pasokan minyak goreng Minyakita di wilayahnya dalam kondisi stabil. Berdasarkan data terbaru, kebutuhan Minyakita di Kota Bandung mencapai sekitar 13.500 dus per minggu.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa distribusi Minyakita di kota ini terbagi dalam dua skema, yakni melalui Bulog dan mekanisme pasar bebas. Dari total kebutuhan tersebut, sekitar 30 persen atau 4.500 dus per minggu disalurkan oleh Bulog, sementara sisanya, yakni 70 persen atau sekitar 9.000 dus, dipenuhi oleh distributor pasar.
“Dari Bulog sendiri, per kios rata-rata mendapat sekitar 50 dus per minggu. Totalnya mencapai kurang lebih 4.500 dus, atau sekitar 30 persen dari keseluruhan pasokan. Artinya, kebutuhan total sekitar 13.500 dus per minggu, dengan 9.000 dus berasal dari distributor pasar bebas,” ujar Farhan saat meninjau Pasar Sederhana, Kota Bandung, Senin 20 April 2026.
Menurutnya, kondisi ini mencerminkan interaksi antara sistem distribusi yang diatur pemerintah dengan mekanisme pasar dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Sebagian pasokan diintervensi melalui kebijakan pemerintah, sementara sebagian lainnya mengikuti dinamika pasar.
Farhan juga memastikan bahwa harga Minyakita di ritel resmi mitra Bulog tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp15.700 per liter. Namun, ia mengingatkan bahwa harga bisa berbeda jika masyarakat membeli di luar jaringan resmi tersebut.
“Saat ini bisa dipastikan, jika membeli Minyakita di ritel mitra Bulog, harganya sesuai HET Rp15.700 per liter. Tetapi jika membeli di luar itu, harga akan mengikuti mekanisme pasar, tergantung dari distributor,” jelasnya.
Untuk memudahkan masyarakat mengenali ritel resmi, Pemkot Bandung menyebut bahwa toko mitra Bulog biasanya memasang poster khusus yang mencantumkan harga HET Minyakita di bagian depan toko.
Dari sisi distribusi di lapangan, para pedagang mengaku rata-rata menerima pasokan sekitar 50 karton per minggu. Tidak ada pembatasan jumlah pasokan, selama pedagang mampu melakukan pembayaran pemesanan (purchase order/PO) secara tunai.
“Dari sisi Bulog, kondisi pasokan saat ini normal. Kuota 30 persen terus terpenuhi,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....