Pemkot Bandung Pantau Harga Minyakita di Pasar, Kendala Distribusi Selisih Harga

  • 20 Apr 2026 10:15 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung melakukan pemantauan langsung terhadap harga dan ketersediaan minyak goreng subsidi merek Minyakita di Pasar Sederhana, Kota Bandung. Langkah ini dilakukan untuk merespons kenaikan harga yang terjadi secara tiba-tiba di tingkat pedagang.

‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan pemantauan dilakukan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk jajaran TNI dan Polrestabes Bandung. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui penyebab lonjakan harga sekaligus memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan.

‎“Bersama Pak Dandim dan Forkopimda, termasuk Polrestabes, kami melakukan pemantauan langsung ke Pasar Sederhana untuk mengetahui penyebab kenaikan harga Minyakita yang terjadi tiba-tiba,” ujar Farhan usai kegiatan monitoring di pasar Sederhana, senin 20 April 2026.


‎Dalam peninjauan tersebut, Farhan menemukan bahwa Minyakita yang didistribusikan melalui Perum Bulog yang mendapat alokasi 30 persen dari total pasokan nasional telah tersedia di sejumlah ritel mitra dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp15.700 per liter. Hal ini ditandai dengan adanya poster resmi di depan toko mitra Bulog.

‎“Poster HET sudah terpasang dan terlihat bukan baru dipasang. Artinya distribusi dari Bulog sebenarnya sudah berjalan,” katanya.

‎Namun demikian, Farhan mengungkapkan masih banyak pedagang yang belum menjadi mitra Bulog. Berdasarkan hasil dialog dengan pedagang, terdapat dua kendala utama yang dihadapi.

‎Pertama, proses administrasi yang dinilai cukup rumit. Pemerintah Kota Bandung berencana menindaklanjuti persoalan ini dengan menurunkan petugas guna mempermudah proses pendaftaran bagi pedagang.

‎Kedua, kewajiban pembayaran purchase order (PO) secara tunai menjadi hambatan yang lebih signifikan, khususnya bagi pedagang kecil. Kondisi ini membuat sebagian pedagang memilih mendapatkan pasokan dari distributor umum, meskipun dengan harga di atas HET.

‎“Melalui distributor bebas, mereka tetap bisa mendapatkan barang meskipun harganya lebih tinggi. Ini yang membuat sebagian pedagang memilih jalur tersebut,” jelasnya.

‎Farhan menambahkan, sebanyak 70 persen distribusi Minyakita memang berjalan melalui mekanisme pasar. Ketika terjadi gangguan pada jalur distribusi ini, maka pasokan dari Bulog yang hanya 30 persen tidak cukup kuat untuk menahan kenaikan harga di pasaran.

‎Saat ini, harga Minyakita di luar jaringan mitra Bulog dilaporkan berkisar antara Rp19.000 hingga Rp21.000 per liter, tergantung distributor dan kondisi pasar.

‎Meski demikian, dari sisi pasokan, Bulog memastikan ketersediaan tetap aman. Rata-rata pedagang sembako menerima pasokan sekitar 50 karton per minggu, dengan jumlah yang tidak dibatasi selama mampu memenuhi pembayaran secara tunai.

‎Pemerintah Kota Bandung bersama aparat TNI dan kepolisian juga memastikan tidak ada praktik penimbunan yang dapat memperparah situasi. Pengawasan dilakukan secara ketat melalui operasi intelijen oleh Satgas Pangan.

‎“Kami pastikan tidak boleh ada penimbunan. Jika ditemukan indikasi, akan langsung ditindak oleh Polrestabes dengan dukungan Kodim,” tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....