DPR RI Apresiasi Kebijakan Label Gizi untuk Kendalikan Konsumsi GGL
- 19 Apr 2026 01:07 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, mengapresiasi langkah Kementerian Kesehatan yang menerbitkan kebijakan pencantuman label gizi berupa nutri level pada pangan siap saji, khususnya minuman berpemanis. Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 dan dinilai sebagai strategi penting dalam mengendalikan konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) berlebih di masyarakat.
“Ini merupakan langkah penting dalam memperkuat pendekatan preventif di sektor kesehatan. Edukasi melalui label yang sederhana dan mudah dipahami akan membantu masyarakat membuat pilihan konsumsi yang lebih sehat,” ujar Netty dalam keterangan media, Sabtu 18 April 2026.
Netty menekankan, kebijakan ini relevan di tengah meningkatnya beban penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia yang berdampak signifikan terhadap pembiayaan kesehatan nasional. Ia menyoroti lonjakan pembiayaan penyakit gagal ginjal yang meningkat lebih dari 400 persen dalam beberapa tahun terakhir sebagai indikator kuat bahwa pengendalian faktor risiko seperti konsumsi GGL harus menjadi prioritas.
“Selama ini, anggaran kesehatan banyak terserap untuk pembiayaan pengobatan penyakit kronis. Karena itu, intervensi di hulu seperti ini sangat krusial untuk menekan laju peningkatan kasus,” jelasnya.
Namun, Netty mengingatkan efektivitas kebijakan sangat bergantung pada kualitas implementasi di lapangan. Mekanisme pencantuman nutri level yang berbasis pernyataan mandiri pelaku usaha perlu diimbangi dengan sistem pengawasan yang ketat dan akuntabel. “Keakuratan informasi menjadi hal yang sangat penting. Jangan sampai label yang seharusnya menjadi alat edukasi justru menimbulkan bias jika tidak diawasi dengan baik,” tegasnya.
Selain itu, ia mendorong adanya kejelasan roadmap implementasi, termasuk perluasan kebijakan secara bertahap ke sektor usaha yang lebih luas, serta penguatan sosialisasi kepada masyarakat. “Tanpa edukasi yang masif dan konsisten, kebijakan ini tidak akan optimal. Masyarakat harus benar-benar memahami makna dari setiap level yang ditampilkan,” tambahnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....