Dari Pesantren ke Barak: Santri Maknai Bela Negara di Siliwangi Santri Camp
- 18 Apr 2026 19:02 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Panglima Kodam (Pangdam) III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih melalui Komandan Rindam (Danrindam) III/Siliwangi Brigadir Jenderal TNI Bagus Budi Adrianto, terus memantau pelaksanaan Siliwangi Camp 2026 yang digelar di Mako Rindam III/Siliwangi, Bandung, Sabtu 18 April 2026.
Program pembekalan bagi para santri ini tidak hanya berfokus pada latihan fisik, tetapi juga berhasil mengubah stigma negatif terhadap dunia militer sekaligus menanamkan nilai bela negara secara lebih luas dan relevan di era modern.
Danrindam III/Siliwangi memastikan seluruh peserta dalam kondisi sehat dan bersemangat. "Awalnya, suasana barak militer sempat menimbulkan rasa takut bagi para santri. Namun pengalaman langsung di lapangan justru mengubah persepsi tersebut," kata Danrindam.
Interaksi positif selama kegiatan juga memunculkan minat sebagian santri untuk bergabung dengan TNI. Brigjen TNI Bagus Budi Adrianto menjelaskan bahwa santri dengan kemampuan khusus seperti bahasa asing atau keahlian keagamaan memiliki peluang lebih besar dalam proses rekrutmen.
Namun, seluruh peserta tetap harus memenuhi standar utama seperti tes kesehatan dan fisik. Beberapa tetap memilih jalur lain, seperti menjadi akademisi atau profesional di bidang masing-masing.
Danrindam menegaskan bahwa program ini bukan semata-mata untuk mencetak tentara, melainkan membentuk komponen cadangan non-militer yang siap menghadapi berbagai tantangan nasional. “Harapannya, para santri yang mengikuti kegiatan ini semakin mencintai negara dan mampu berkontribusi sesuai perannya masing-masing,” jelasnya.
Ahmad Ghazi Mufadal dari Pesantren Babakan Jamanis, Pangandaran, mengaku sempat gemetar saat pertama kali memasuki lingkungan militer. Hal serupa dirasakan Anisa Apriyani dari Madrasah Aliyah Al-Huda Pameungpeuk.
Namun, kekhawatiran itu sirna setelah mereka merasakan pendekatan humanis para anggota TNI. Meski disiplin tinggi tetap diterapkan, suasana dibuat santai dan penuh keakraban. “Awalnya takut, tapi ternyata seru dan nyaman,” ungkap salah satu peserta.
Bagi para santri, konsep bela negara kini dimaknai lebih luas. Tidak hanya dalam konteks militer, tetapi juga melalui pendidikan dan kontribusi positif di masyarakat. “Belajar itu ternyata bagian dari bela negara,” ujar Ghazi.
Anisa pun mengaku termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih disiplin dan bertanggung jawab sebagai warga negara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....