Pemkot Bandung Siapkan Traffic Light Berbasis AI untuk Atasi Kemacetan

  • 17 Apr 2026 10:18 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Permasalahan pengaturan traffic light di Kota Bandung menjadi sorotan dalam upaya mengurai kemacetan yang masih kerap terjadi di berbagai titik. Hal ini turut dibahas dalam pertemuan antara Gubernur Jawa Barat dan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam diskusi yang digelar di Subang pada akhir pekan lalu.

‎Farhan menjelaskan, pernyataan terkait traffic light yang dinilai belum optimal merupakan hasil pembahasan bersama antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota. Dalam diskusi tersebut, kedua pihak membedah sejumlah persoalan utama yang dihadapi Kota Bandung, sekaligus membagi peran penanganan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota.

‎“Bukan tidak beraturan, tapi memang masih perlu penyempurnaan. Itu hasil diskusi kami bersama saat membahas persoalan Kota Bandung secara menyeluruh,” ujar Farhan, Jumat 17 April 2026.


‎Menurutnya, terdapat dua persoalan utama yang menjadi perhatian. Pertama, masih kurangnya kedisiplinan dalam pengelolaan operasional di lapangan, termasuk tim yang bertugas mendukung kelancaran lalu lintas dan kebersihan jalan. Kedua, sistem pengaturan lalu lintas yang belum sepenuhnya berbasis teknologi canggih.

‎Farhan mengungkapkan, saat ini sistem Automatic Traffic Control System (ATCS) di Kota Bandung masih bersifat semi-manual dan belum sepenuhnya memanfaatkan kecerdasan buatan.

‎Ke depan, Pemerintah Kota Bandung berencana melakukan peningkatan sistem dengan mengadopsi teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI). Teknologi ini nantinya akan mampu memantau tingkat kepadatan kendaraan secara real-time dan secara otomatis mengatur durasi lampu merah maupun lampu hijau di setiap persimpangan.

‎“Dengan teknologi AI, sistem bisa membaca jumlah kendaraan dan menentukan durasi lampu secara lebih adaptif. Ini diharapkan membuat arus lalu lintas lebih teratur,” jelasnya.

‎Penerapan sistem ini akan diprioritaskan di titik-titik strategis, terutama di pintu-pintu masuk perbatasan Kota Bandung yang selama ini menjadi simpul kemacetan.

‎Farhan optimistis, jika sistem traffic light berbasis AI dapat diterapkan secara optimal, maka pengaturan lalu lintas di Kota Bandung akan menjadi lebih efisien dan responsif terhadap kondisi di lapangan.

‎Meski demikian, ia menegaskan bahwa rencana tersebut masih dalam tahap awal perencanaan dan akan menjadi bagian dari penguatan konsep smart city yang tengah dikembangkan oleh Pemerintah Kota Bandung.

‎“Ini baru tahap perencanaan. Harapannya ke depan bisa menjadi bagian dari sistem smart city yang lebih terintegrasi,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....