BAZNAS KBB Soroti Selisih Penghimpunan Zakat dan Perkuat Kolaborasi
- 16 Apr 2026 19:36 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung Barat mencatat potensi zakat fitrah di Kabupaten Bandung Barat selama Ramadan mencapai sekitar Rp35 miliar. Namun, realisasi penghimpunan tercatat sebesar Rp28,7 miliar, selisih tersebut dinilai menjadi indikator perlunya optimalisasi pendataan dan pelaporan.
Hal itu dibahas dalam forum silaturahmi bertajuk “Bersinergi dalam Keberkahan dan Berkolaborasi untuk Kesejahteraan dalam Rangka Mewujudkan Kebangkitan ZIS dan Bandung Barat Amanah”, di Cimareme KBB, Kamis 16 April 2026.
Forum ini dihadiri pimpinan BAZNAS, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tingkat kecamatan, serta sejumlah pemangku kepentingan.
Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Barat, M. Abdul Fatah Hudin, menegaskan bahwa forum ini tidak sekadar ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, tetapi juga menjadi ruang evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
“Dari evaluasi ini terlihat masih ada selisih antara potensi dan realisasi. Ini yang menjadi perhatian kami untuk diperbaiki melalui penguatan sistem dan kolaborasi di lapangan,” ujarnya.
Menurut Fatah, salah satu tantangan utama terletak pada pola penyaluran zakat fitrah yang masih banyak dilakukan secara langsung melalui masjid atau lingkungan setempat. Kondisi ini, meski mencerminkan kearifan lokal, kerap membuat pencatatan tidak terintegrasi.
“Karena itu, kami terus mendorong UPZ dan pengurus di tingkat lokal untuk tetap melakukan pelaporan. Ini penting demi transparansi dan perencanaan program yang lebih tepat sasaran,” katanya.
Di sisi lain, BAZNAS Kabupaten Bandung Barat juga menekankan penerapan prinsip distribusi berkeadilan dalam pengelolaan infak. Dana yang dihimpun tidak hanya digunakan untuk operasional lembaga, tetapi sebagian besar dikembalikan ke wilayah melalui UPZ guna mendukung program pemberdayaan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara lembaga, pemerintah daerah, dan masyarakat. Upaya tersebut dinilai krusial untuk meningkatkan kepercayaan publik sekaligus mengoptimalkan potensi ZIS di wilayah Bandung Barat.
"Ke depan, BAZNAS Kabupaten Bandung Barat menargetkan sistem pengelolaan zakat yang semakin profesional, transparan, dan akuntabel, sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat serta mendukung terwujudnya daerah yang amanah," bebernya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....