RSHS Klarifikasi Insiden Bayi Hampir Hilang akibat Perawat Tak Teliti
- 16 Apr 2026 18:32 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung memberikan klarifikasi terkait insiden bayi yang hampir hilang yang sempat menjadi perhatian publik di media sosial. Direktur Utama RSHS, dr. Rachim Dinata Marsidi, mengatakan hal itu terjadi karena kecerobohan petugas yang terdistraksi .
Menurut dr. Rachim, peristiwa bermula ketika bayi yang merupakan anak dari Nina Saleha (27) datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSHS pada 5 April 2026 dengan gejala kuning pada tubuh. Bayi tersebut kemudian mendapatkan penanganan medis sesuai kebutuhan dan dirawat di ruang Neonatal High Care Unit (NHCU) selama tiga hari.
“Pada tanggal 8 April 2026, kondisi bayi NS (Nina) sudah membaik dan direkomendasikan untuk pulang,” ujar Rachim, Kamis 16 April 2026.
Ia menjelaskan, pihak rumah sakit telah menghubungi orang tua bayi, dan pada hari yang sama, Nina datang ke RSHS untuk proses pemulangan. Petugas kemudian melakukan edukasi serta identifikasi ulang sebelum penyerahan bayi.
Namun, pada saat proses tersebut, terjadi kekeliruan. Di ruang NHCU saat itu terdapat dua pasien bayi yang dijadwalkan pulang dan ditunggu oleh masing-masing orang tua.
“Ketika petugas hendak menyerahkan bayi NS (Nina), yang bersangkutan tidak berada di tempat. Sempat terjadi distraksi karena petugas juga melayani pertanyaan dari keluarga pasien lain, sehingga bayi NS (Nina) sempat diserahkan kepada orang tua pasien lain,” katanya menjelaskan.
Petugas kemudian segera menyadari kesalahan tersebut dan mengambil kembali bayi NS sebelum akhirnya diserahkan kepada orang tua yang berhak. RSHS menilai, permasalahan tersebut telah diselesaikan langsung di lokasi melalui penjelasan petugas kepada pihak keluarga, dimana petugas juga telah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Terkait beredarnya video keluhan di platform TikTok pada hari yang sama, pihak rumah sakit langsung membentuk tim untuk melakukan klarifikasi. Pada 9 April 2026, RSHS juga telah berkoordinasi dengan pihak Nina.
“Dalam pertemuan tersebut, NS menyampaikan terima kasih atas pelayanan yang diberikan, dan tidak ada lagi hal yang dipermasalahkan. Kami menyimpulkan bahwa persoalan ini telah selesai secara kekeluargaan,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, pihak rumah sakit telah menonaktifkan sementara petugas yang terlibat dan melaporkan kejadian ini kepada Kementerian Kesehatan serta institusi terkait lainnya. RSHS berharap kejadian ini menjadi pembelajaran untuk memperkuat sistem pelayanan, khususnya dalam prosedur penyerahan pasien.
“Kami terbuka terhadap masukan masyarakat sebagai bagian dari evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang aman dan profesional,” ujar dr. Rachim.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....