Pemkot Bandung Kembangkan Bandung Smart Map Pro
- 16 Apr 2026 18:03 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mendorong inovasi digital dalam perencanaan tata ruang melalui penguatan sistem berbasis data geospasial. Upaya ini diwujudkan melalui pengembangan platform Bandung Smart Map (BSM) Pro oleh Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang (Diciptabintar).
Kepala Bidang Tata Ruang Diciptabintar, Deni Pathudin, menjelaskan bahwa BSM Pro merupakan pengembangan dari sistem sebelumnya yang telah digunakan sejak 2017. Platform ini mengalami evolusi dari Bandung Smart Map (BSM), kemudian BSM Plus, hingga kini menjadi sistem yang lebih komprehensif dan terintegrasi.
“BSM Pro dirancang untuk mempermudah akses informasi spasial, mulai dari zonasi wilayah hingga potensi lahan,” ujar Deni, Kamis 16 April 2026.
Menurutnya, kehadiran BSM Pro memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Selain sebagai sumber informasi tata ruang, platform ini juga dapat dimanfaatkan oleh calon investor dalam menentukan lokasi pembangunan yang strategis.
Tak hanya itu, data yang tersedia dalam sistem ini juga bisa menjadi referensi bagi masyarakat umum, termasuk orang tua dalam memahami zonasi pendidikan di Kota Bandung.
Meski demikian, pengembangan BSM Pro tidak lepas dari sejumlah tantangan. Salah satunya adalah dinamika perubahan fisik kota yang berlangsung sangat cepat, seperti pembangunan gedung baru, perubahan fungsi bangunan, hingga munculnya bangunan di kawasan sempadan sungai.
“Perubahan di lapangan seringkali lebih cepat dibandingkan proses validasi data, sehingga pembaruan data harus dilakukan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Selain itu, kendala juga muncul dalam integrasi data antarinstansi. Perbedaan format data serta masih adanya ego sektoral menjadi hambatan dalam mewujudkan sistem peta yang terintegrasi secara optimal.
Dikatakannya, tantangan lain yang dihadapi adalah kesenjangan literasi digital di tingkat kewilayahan. Pengoperasian sistem geospasial membutuhkan keahlian khusus yang belum merata dimiliki oleh aparatur di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut, Diciptabintar terus melakukan sosialisasi serta program roadshow ke berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan wilayah.
" Langkah ini dilakukan guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus mendorong percepatan integrasi data antar instansi," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....