Walikota Menilai Penanganan Banjir Bandung Raya Butuh Kolaborasi
- 16 Apr 2026 17:18 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Banjir yang melanda wilayah Bandung Raya kini meluas hingga masuk ke Kota Bandung. Kondisi ini menunjukkan eratnya keterkaitan persoalan tata kelola air antarwilayah, yang tidak hanya berdampak pada permukiman warga, tetapi juga mengganggu aktivitas pendidikan serta mobilitas masyarakat di sejumlah titik.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan keprihatinannya atas bencana banjir yang terjadi di wilayah Banjaran, Kabupaten Bandung, yang bahkan menelan korban jiwa. Ia mengungkapkan, dampak dari banjir tersebut kini turut dirasakan hingga ke Kota Bandung.
“Banjir di Banjaran itu menelan korban, kita sangat prihatin. Tetapi ternyata juga berdampak ke Kota Bandung,” ujar Farhan, Kamis 16 April 2026.
Salah satu wilayah di Kota Bandung yang hingga kini masih terdampak cukup parah adalah Rancabolang. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, menurut Farhan, saat ini baru mampu memberikan bantuan yang bersifat darurat kepada warga terdampak.
“Rancabolang itu sekarang masih belum teratasi. Sejauh ini, kita baru memberikan bantuan yang sifatnya darurat kepada warga,” katanya.
Farhan memastikan akan kembali meninjau langsung lokasi terdampak guna memantau kondisi warga sekaligus memastikan percepatan penanganan di lapangan.
“Saya akan datang lagi ke sana untuk memastikan warga Rancabolang bisa segera diatasi permasalahannya,” tambahnya.
Selain permukiman, dampak banjir juga merambah sektor pendidikan. Sejumlah sekolah di kawasan Rancanumpang dilaporkan terdampak, salah satunya SD Sondaria. Kondisi ini menyebabkan kegiatan belajar mengajar terganggu dan membutuhkan penanganan cepat.
“Beberapa sekolah di Rancanumpang sangat terdampak, di antaranya SD Sondaria. Penanganannya saat ini masih sangat darurat, tetapi kita akan berupaya melakukan perbaikan,” ucapnya.
Farhan menjelaskan, tingginya curah hujan menjadi salah satu faktor utama meluapnya sungai di wilayah tersebut. Namun, upaya pengaliran air ke wilayah selatan mengalami kendala karena daerah hilir, khususnya di Kabupaten Bandung hingga Tegalluar, masih dalam kondisi banjir.
“Karena curah hujan tinggi, sungai meluap. Ketika diarahkan ke selatan juga tidak bisa, karena wilayah Kabupaten Bandung ke arah Tegalluar juga banjir,” jelasnya.
Kondisi ini memaksa pemerintah untuk melakukan penanganan secara kolaboratif dengan Pemerintah Kabupaten Bandung. Koordinasi intensif terus dilakukan mengingat banjir yang terjadi melintasi batas administratif wilayah.
“Kita sekarang menangani bersama-sama. Komunikasi juga sangat erat dengan Kabupaten Bandung,” katanya.
Dalam situasi saat ini, penggunaan pompa air menjadi satu-satunya solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi genangan. Namun, tingginya debit air di wilayah hilir membuat upaya tersebut belum optimal.
“Pompa, hanya pompa. Di hilir masih tinggi, jadi sulit. Tidak ada cara lain untuk sekarang selain memompa air,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....