Kiprah BUMN, Biofarma Menjaga Lingkungan Bersama bagi Masyarakat
- 15 Apr 2026 20:57 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - PT Bio Farma (Persero) kembali menegaskan komitmennya sebagai BUMN yang tidak hanya berfokus pada kinerja usaha, tetapi juga pada kebermanfaatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Hal tersebut ditandai dengan raihan Penghargaan PROPER dengan predikat Emas untuk ke-10 kalinya dalam ajang Anugerah Lingkungan PROPER dan Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup untuk Tahun Kinerja 2025.
Pada kesempatan yang sama, Bio Farma juga untuk pertama kalinya menerima penghargaan Green Leadership. Yaitu sebagai pengakuan atas kepemimpinan perusahaan dalam mendorong keberlanjutan lingkungan secara konsisten dan terintegrasi dalam proses bisnis.
Melalui inovasi Ramah Lingkungan Biofarma tersebut, Bio Farma berhasil mencatatkan efisiensi energi sebesar 3.452 GJ per tahun, penghematan air sebesar 155 m3 per tahun, serta penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 1.617,5 ton CO2eq per tahun. Capaian ini menunjukkan bahwa komitmen lingkungan perusahaan tidak berhenti pada kepatuhan, tetapi diterjemahkan menjadi inovasi operasional yang terukur dan berdampak nyata.
"Pada saat yang sama, keberlanjutan di Bio Farma juga diwujudkan melalui Kampung Berseka, sebuah program yang memperlihatkan bagaimana kehadiran BUMN dapat memperkuat kapasitas masyarakat, membuka nilai tambah ekonomi, dan memperbaiki akses layanan dasar. Dalam program ini, Bio Farma membina Komunitas Budidaya Lebah Teuweul melalui peningkatan kualitas produk madu dan propolis, penguatan legalitas usaha seperti NIB, sertifikasi halal, dan PIRT, serta pengembangan diversifikasi produk dari sisa pemerasan madu menjadi propolis dan turunannya. Program ini juga melibatkan generasi muda dalam pemasaran digital melalui media sosial dan marketplace," ungkap Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Bio Farma, Jeffri Susanto, Rabu 15 April 2026.
Dari sisi dampak sosial-ekonomi, presentasi teknis mencatat bahwa program tersebut telah mendorong peningkatan jumlah anggota Budidaya Teuweul dari 18 menjadi 25 orang, melibatkan 12 pemuda, meningkatkan nilai jual madu dari sekitar Rp170.000 per liter menjadi Rp440.000 per liter, serta mengangkat nilai tambah produk turunan propolis. Di saat yang sama, intervensi perusahaan juga menyasar kebutuhan dasar masyarakat melalui perbaikan akses air bersih dan irigasi. Manfaat program tercatat menjangkau 227 rumah tangga di 5 dusun pada aspek air bersih, dengan perluasan penerima manfaat pipanisasi menjadi 274 rumah tangga di 6 dusun, serta mendukung pengairan lahan pertanian seluas 192 hektare.
Menurut Jeffri, inilah makna penting keberadaan BUMN di tengah masyarakat, tidak hanya menciptakan nilai ekonomi bagi perusahaan, tetapi juga menghadirkan manfaat yang lebih luas. Yaitu melalui penguatan kualitas hidup, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
“Bagi Bio Farma, keberlanjutan bukan sekadar pemenuhan standar, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan untuk menghadirkan nilai tambah yang berkelanjutan. Kami ingin memastikan bahwa setiap inovasi dan setiap proses bisnis yang dijalankan tidak hanya mendukung kinerja perusahaan, tetapi juga memperkuat kehadiran negara melalui BUMN yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan masa depan Indonesia,” tambah Jeffri.
Raihan PROPER Emas ke-10 dan Green Leadership ini semakin menegaskan posisi Bio Farma sebagai BUMN life science yang menjalankan bisnis secara bertanggung jawab, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Melalui pengelolaan lingkungan yang konsisten, inovasi proses yang terukur, dan program pemberdayaan masyarakat yang berdampak, Bio Farma terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung pembangunan nasional, ketahanan kesehatan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....