Tagana Catat Ada 136 Bencana Alam Terjadi di Subang

  • 15 Apr 2026 18:40 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang - Selama Periode Januari hingga pertengahan April 2026, Tagana Dinsos Kabupaten Subang mencatat ada 136 kejadian bencana, alam seperti bencana angin puting beliung, yang merobohkan rumah, maupun pohon, banjir Pantura, longsor, banjir ROB yang terjadi setiap bulan di Kecamatan Legonkulon, dan juga rumah yang tersambar petir, serta kebakaran. Hal tersebut, diungkapkan Ketua Tagana Dinsos Kabupaten Subang Jajang Abdul Muhaimin kepada RRI di Subang, Rabu 15 April 2026.

Semua bencana alam tersebut, lanjut Ketua Tagana, akibat dampak dari cuaca ekstrem yang terjadi selama periode Januari hingga pertengahan April 2026 ini. Ia menyebut, semua kejadian bencana alam tersebut, termasuk masyarakat yang menjadi korban bencana tersebut, semua bisa tertangani dengan baik oleh Pemerintah, dan juga para relawan.

"Selama Januari hingga April 2026 ini, kami mencatat ada 136 kejadian bencana alam, Alhamdulillah, semuanya bisa tertangani dengan baik. Dari semua bencana alam yang terjadi itu juga, Alhamdulillah, tidak menimbulkan korban jiwa," terang Jajang.

Terkait dengan cuaca ekstrem tersebut, kata dia, berdasarkan peringatan dari BMKG, diprediksi masih berlangsung hingga saat ini. Maka dari itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada, dan hati-hati, serta siap siaga, jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam, seiring intensitas curah hujan masih tinggi.

"Masyarakat kami imbau, agar tetap waspada, Hati-hati dan siap siaga, karena bencana alam masih terus mengancam, seiring cuaca ekstrim yang terjadi hingga saat ini," ujar Jajang.

Ia juga meminta masyarakat, tidak hanya waspada, dan hati-hati, serta siap siaga, tetapi juga, ikut bertanggung jawab dalam menjaga lingkungan masing-masing, terutama persoalan sampah rumah tangga yang di buang sembarangan, perbaikan saluran air, yang menjadi salah satu penyebab bencana banjir. Karena tanpa peran masyarakat dalam mitigasi bencana, tentunya pemerintah tidak bisa berbuat banyak.

"Jika masyarakat ikut berperan aktif dalam mitigasi bencana alam, sehingga setiap kejadian bencana bisa diminimalisir, setiap kejadian bencana yang terjadi di Kabupaten Subang. Sehingga masyarakat juga kita arahkan, agar bisa menangani bencana berbasis masyarakat," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....