Lagu Bernuansa Seksis dan Vulgar, HMT ITB Minta Maaf

  • 15 Apr 2026 12:33 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) Institut Teknologi Bandung menyampaikan permohonan maaf terkait sebuah lagu yang tengah menjadi bahan perbincangan publik karena muatan pelecehan pada perempuan. Lagu itu sendiri berjudul ‘Erika’ dan dibawakan oleh Orkes Semi Dangdut (OSD) HMT ITB.

“Menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas beredarnya lagu yang menimbulkan keresahan publik. Kami sangat memahami dan menyadari sensitivitas isu ini dan menyampaikan keprihatinan serta empati kepada masyarakat, khususnya perempuan,” kata rilis yang dikeluarkan oleh HMT ITB melalui situs resmi ITB, dikutip Rabu 15 April 2026.

Dalam keterangannya, HMT ITB menjelaskan bahwa OSD merupakan unit kegiatan di lingkup HMT ITB sejak tahun 1970-an, sementara lagu kontroversial itu dibuat pada tahun 1980. Mereka juga menyampaikan bahwa tetap menampilkan lagu tersebut di masa kini merupakan sebuah kelalaian.

“Untuk lagu berjudul “Erika” dibuat pada tahun 1980-an. Kami menyadari bahwa merupakan sebuah kelalaian untuk tetap menampilkan lagu tersebut dengan perkembangan norma sosial dan kesusilaan di masyarakat dewasa ini,” katanya.

Lebih lanjut, HMT ITB mengatakan konten dalam lagu serta penampilannya tak mencerminkan nilai yang seharusnya ada pada lingkungan akademik. Mereka juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menurunkan video serta audio lagu itu dari jagat publik termasuk dari akun resmi HMT maupun akun individu yang terafiliasi.

“Kami dengan tegas mengakui bahwa konten dalam penampilan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung oleh lingkungan akademik dan organisasi kemahasiswaan. HMT-ITB dengan tegas menyatakan bahwa kami tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat individu atau kelompok manapun,” kata rilis tersebut.

HMT ITB akan melakukan evaluasi internal terkait konten atau lagu yang mengandung unsur serupa. Hal itu dilakukan guna menjaga etika kegiatan organisasi agar selaras dengan nilai-nilai di masyarakat.

“Melakukan evaluasi internal secara komprehensif terhadap konten, pelaksanaan, serta pengawasan kegiatan atas lagu terkait dan lagu yang mengandung unsur serupa, serta meninjau kembali standar dan pedoman kegiatan organisasi agar selaras dengan nilai-nilai etika yang berkembang di lingkungan Kampus ITB dan dalam masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya lagu tersebut beredar di media sosial X, dan diunggah dengan kritik oleh akun @iPoopBased. Dalam video itu terlihat sekelompok pria dan wanita yang menyanyikan lagu itu di sebuah panggung dengan suasana meriah.

Publik tertohok ketika mendengar dan melihat lirik yang ada dalam lagu tersebut yang mengobjektifikasi perempuan dan bernuansa vulgar. Reaksi kontra dari warganet pun sontak bermunculan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....