Ambruknya Bangunan SDN Karyamukti Belum Diperbaiki
- 14 Apr 2026 15:34 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cianjur- Puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karyamukti yang berada di Desa Karyamukti Kecamatan Campaka Cianjur, terpaksa menjalani kegiatan belajar mengajar di bangunan kelas yang kondisinya memprihatinkan dan nyaris ambruk.
Kerusakan tersebut diduga merupakan dampak dari Gempa Cianjur tahun 2022 dan pergerakan tanah yang melanda kawasan tersebut, hingga kini belum sepenuhnya tertangani.
Seorang guru SDN Karyamukti Eliyan Syahudin mengungkapkan, kerusakan bangunan sekolah terjadi sejak tahun 2022. Selain akibat gempa, kondisi tersebut juga diperparah oleh pergeseran tanah di lokasi sekolah, Selasa 14 April 2026.
“Sekolah ini punya empat ruangan, satu digunakan untuk kantor dan arsip, sementara tiga lainnya untuk kelas. Tetapi satu ruang sudah tidak bisa dipakai karena kondisinya sangat membahayakan,” ujarnya.
Akibat keterbatasan ruangan, pihak sekolah terpaksa menggabungkan beberapa kelas dalam satu ruangan. Satu kelas bahkan diisi oleh dua rombongan belajar sekaligus, seperti kelas 1 dengan 2, 3 dengan 4, hingga 5 dan 6 yang harus belajar bersama dalam satu ruangan.
Kondisi bangunan yang rusak parah terdapat dua bangunan kelas dari total 4 ruangan. Ruangan yang mengalami rusak terlihat dari dinding yang retak dan fondasi yang mulai miring. Hal ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi para guru maupun siswa.
“Sebagai guru, kami sangat khawatir. Proses pembelajaran juga jadi tidak efektif karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Pihak sekolah mengaku telah beberapa kali mengajukan perbaikan kepada pemerintah. Bahkan kondisi tersebut sempat disampaikan dalam forum rapat kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur.
Namun hingga kini, belum ada realisasi pembangunan. Sekolah tersebut saat ini memiliki total 52 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6, dengan jumlah tenaga pendidik sebanyak tujuh orang, termasuk kepala sekolah.
Sementara itu, kondisi tidak nyaman juga dirasakan langsung oleh para siswa. Deniya dan Sela, siswa kelas 6, mengaku harus belajar dalam kondisi yang jauh dari kata layak. “Belajarnya digabung sama kelas lima. Nggak nyaman,” ujar Deniya.
Saat ditanya harapannya, ia hanya ingin sekolahnya segera diperbaiki. Ia juga mengaku merasa takut belajar di dalam kelas yang rusak. “Takut roboh,” ucapnya singkat.
Meski demikian, kegiatan belajar tetap berlangsung seperti biasa, bahkan saat hujan turun. Para siswa tidak memiliki pilihan lain selain tetap berada di dalam kelas yang kondisinya mengkhawatirkan.
Pihak sekolah berharap pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui dinas terkait, dapat segera memberikan perhatian serius dengan memprioritaskan perbaikan bangunan demi keselamatan dan kenyamanan siswa dalam belajar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....