Pemkab Tata Ulang BUTOM, Prioritaskan Hilirisasi Pertanian dan Dampak Ekonomi
- 14 Apr 2026 14:03 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Sumedang – Pemda Kabupaten Sumedang menata ulang strategi pengembangan ekonomi kawasan Buahdua, Ujungjaya, dan Tomo (BUTOM) untuk tahun 2027 dengan menitikberatkan pada penguatan sektor pertanian berbasis masyarakat. Langkah ini diambil untuk memastikan pertumbuhan ekonomi kawasan benar-benar berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.
Bupati Dony Ahmad Munir menjelaskan, re-arrangement BUTOM bukan perubahan total, melainkan penguatan strategi tanpa mengubah legalitas tata ruang yang sudah ada. Kawasan tersebut tetap diposisikan sebagai pusat kegiatan ekonomi dan industri, namun pendekatannya kini diarahkan pada potensi lokal.
“Pertumbuhan kawasan belum signifikan, sehingga perlu strategi baru. Sesuai amanat UU Cipta Kerja, pengembangan klaster industri bisa berbasis sumber daya lokal,” ujarnya dalam Musrenbang 2027, Senin 13 April 2026.
Dalam skema baru ini, Kabupaten Sumedang tidak lagi berfokus pada industri besar seperti di kawasan Rebana yang terkonsentrasi di Subang dan Indramayu. Sebaliknya, Sumedang diarahkan menjadi pusat hilirisasi pertanian serta pengembangan wisata pegunungan.
Kawasan BUTOM sendiri akan dikembangkan berdasarkan keunggulan masing-masing wilayah. Buahdua difokuskan pada pengembangan padi organik, terutama di Desa Cikurubuk. Ujungjaya diarahkan pada integrasi dan hilirisasi usaha tani padi dengan sentra di Desa Sukamulya. Sementara Tomo menjadi pusat agroindustri dan ekspor mangga gedong gincu dari wilayah seperti Desa Jembarwangi, Karyamukti, dan Tolengas.
Menurut Dony, pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk pertanian sekaligus membuka peluang investasi yang realistis dan berkelanjutan. Sistem logistik terpadu juga akan disiapkan untuk mendukung rantai distribusi dan pemasaran hasil pertanian.
“Fokusnya adalah integrasi dan hilirisasi sistem pertanian agar memberi nilai ekonomi lebih bagi masyarakat,” katanya.
Untuk mendukung implementasi strategi tersebut, Pemkab terus melakukan sosialisasi kepada para pemangku kepentingan, termasuk penataan status lahan dan kawasan. Selain itu, penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat serta sinergi antar lembaga juga menjadi prioritas agar program berjalan efektif.
Dengan arah baru ini, Pemkab berharap kawasan BUTOM tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat berbasis potensi lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....