Progres Depo BRT Leuwipanjang Dikebut, Target Rampung Tahun Ini
- 14 Apr 2026 13:17 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus mempercepat pembangunan depo Bus Rapid Transit (BRT) di kawasan Leuwipanjang. Proyek strategis ini ditargetkan rampung pada tahun 2026 guna mendukung operasional transportasi massal yang lebih terintegrasi di Kota Bandung.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menegaskan bahwa penyelesaian depo BRT menjadi prioritas karena akan berpengaruh terhadap tahapan pengembangan sistem transportasi berikutnya.
“Penggarapan progres depo BRT mulai tahun ini ditargetkan harus selesai, karena nanti akan berpengaruh pada kegiatan selanjutnya. Kalau depo sudah siap, maka operasional dan pengembangan layanan bisa berjalan lebih optimal,” ujar Rasdian, Selasa 14 April 2026.
Ia menjelaskan, proyek pembangunan depo BRT di Leuwipanjang telah memasuki tahap lanjutan. Proses administrasi, termasuk penetapan pemenang tender, telah rampung dan kontrak kerja sudah berjalan.
“Depo Leuwipanjang itu sudah ada kontrak, pemenang tendernya juga sudah ditetapkan. Secara administrasi semuanya sudah siap. Bangunannya sudah melalui proses appraisal dan pembayarannya juga sudah dilakukan kepada Pemkot Bandung,” jelasnya.
Saat ini, lanjut Rasdian, proses pembangunan memasuki tahap pembongkaran bangunan lama di lokasi proyek. Area yang dibongkar diperkirakan mencapai lebih dari 600 meter persegi sebagai bagian dari persiapan pembangunan struktur baru.
“Kurang lebih sekitar 600 meter lebih yang dibongkar. Nantinya akan dibangun gedung dengan rencana hingga empat lantai, karena lahannya merupakan milik Pemerintah Kota Bandung,” ungkapnya.
Selain menjadi pusat operasional BRT, bangunan depo tersebut juga dirancang memiliki fungsi tambahan. Salah satunya adalah penyerahan sebagian fasilitas kepada pemerintah daerah setelah proyek selesai.
“Nanti setelah selesai, akan ada penyerahan hibah. Untuk lantai dua rencananya akan diserahkan kembali ke Pemkot melalui Dishub, khususnya untuk kebutuhan bidang pengendalian operasional (dalop),” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....