Cimahi Dorong Ruang Seni Inklusif, Teater Musikal Libatkan Komunitas Tuli
- 14 Apr 2026 11:43 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cimahi - Pemerintah Kota Cimahi menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem seni yang inklusif dengan menghadirkan ruang ekspresi yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Hal ini tercermin dalam penyelenggaraan teater musikal dalam rangka peringatan Hari Teater Dunia (Hatedu) 2026 beberapa waktu lalu.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dirancang agar dapat dinikmati secara luas, termasuk oleh masyarakat tuli.
Dalam pelaksanaannya, pertunjukan dilengkapi dengan juru bahasa isyarat sehingga pesan artistik tetap tersampaikan secara utuh kepada seluruh penonton.
Acara bertema “Cimahi Hepi Berekspresi” itu merupakan hasil kolaborasi antara Masyarakat Teater Cimahi (Masteci), aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Cimahi, serta komunitas Teater Tuli.
Kolaborasi lintas komunitas ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga memperkuat semangat inklusivitas dalam berkesenian.
“ASN Kota Cimahi juga turut ambil bagian bermain peran bersama Masteci dan rekan-rekan dari Teater Tuli,” ujar Adhitia Dikutip dari laman resmi pemerintah kota Cimahi, Selasa 14 April 2026.
Ia menilai kegiatan tersebut memiliki nilai positif dan diharapkan dapat digelar secara berkelanjutan dengan skala yang lebih besar. Menurutnya, Cimahi memiliki potensi besar di bidang seni dan kreativitas yang perlu terus difasilitasi.
Pemerintah Kota Cimahi, lanjut Adhitia, tengah mengupayakan penyediaan ruang-ruang kreatif sebagai wadah berekspresi bagi para seniman.
Selain memanfaatkan ruang publik seperti alun-alun dan bangunan ikonik kota, pemerintah juga merancang kehadiran venue khusus bagi kegiatan seni.
“Komunitas dan aktivitas sudah ada, selanjutnya yang perlu dipikirkan adalah penyediaan tempat. Kami ingin memastikan ada ruang bagi masyarakat seni untuk terus berkarya,” katanya.
Realisasi penyediaan sarana dan prasarana seni tersebut direncanakan dilakukan secara bertahap hingga 2030, sejalan dengan program revitalisasi sejumlah kawasan di Kota Cimahi, termasuk kawasan Sangkuriang.
Melalui langkah ini, Pemkot Cimahi berharap dapat memperkuat identitas kota sebagai ruang yang ramah bagi kreativitas sekaligus inklusif bagi seluruh warganya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....