HUT ke 174 Kebun Raya Cibodas dan Revitalisasi Lumut Terbesar di Indonesia
- 13 Apr 2026 15:51 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cianjur- Kebun Raya Cibodas (KRC) Cianjur kini telah berusia 174 tahun.
Kebun raya Cibodas yang berlokasi dibawah kaki gunung gede pangrango yang
terus berkontribusi dalam konservasi alam dan keanekaragaman hayati salah satunya, dengan merevitalisasi taman lumut. HUT Kebun Raya Cibodas dengan tema harmoni alam untuk masa depan.
Revitalisasi tanam lumut hadir sebagai punguatan fasilitas edukasi, karena taman yang pertama kali dibangun pada tahun 2006 dan kembali direvitalisasi pada September 2025 fokus pada pembenahan beberapa area taman.
Dengan diresmikannya taman lumut terbesar di Indonesia, menurut managing Director Mitra Natura Raya. Marga Anggrianto, dalam ulang tahun ke 174 Kebun Raya Cibodas (KRC) di tahun 2026, berbagai kegiatan telah dilaksanakan yaitu bazar tanaman, Class edukasi, dan donor darah.
" Dan puncaknya hari ini ada tiga kegiatan utama pertama merefleksikan fungsi Kebun Raya Cibodas ini. Pertama penanam
langka Castanopsis yang merupakan tanaman langka, "kata Marga, Senin 13 April 2026.
Ia menambahkan itu adalah merupakan tanaman langka, penanaman itu yang membuat secara simbolis menjalankan fungsi konservasi X dari Taman Cibodas.
Penanaman dilakukan secara bersama sama. Dan kerjasama antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Mitra Natura Raya selaku mitra strategis BRIN dalam mengelola Kebun Raya Cibodas.
" Pada taman ini, telah dilakukan penanaman dan penataan secara khusus pada area planter dan kolam sesuai habitat aslinya. Taman lumut di Kebun Raya Cibodas merupakan taman lumut terbesar di Indonesia seluas 1.500 m2, "ujarnya
Selain itu tanaman mewakili tiga kelas lumut yang ada yaitu lumut hati (Hepaticopsida), lumut tanduk (Anthocerotopsida), dan lumut daun (Bryopsida) sebanyak 35 jenis, diantaranya sudahterindentifikasi secara ilmiah hasil.
" Keberadaan taman ini tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari konservasi,
tapi juga sebagai media edukasi yang memperkenalkan tentang teori evolusi tumbuhan dari tumbuhan non-vasculer (tak berpembuluh) ke tumbuhan vasculer (berpembuluh) kepada masyarakat luas,"pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....