Harga Kedelai Naik, Perajin Tahu di Tasikmalaya Terpaksa Kurangi Produksi

  • 09 Apr 2026 20:58 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Tasikmalaya- Harga kedelai di Kota Tasikmalaya meningkat signifikan. Kedelai yang semula biasa dibeli perajin tahu di harga di bawah Rp.8.000,- saat ini dibeli perajin tahu diatas harga Rp.10.000,- per kilo.

Oding salah seorang perajin tahu di Kampung Nagrog Kulon, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya mengatakan, akibat tingginya harga kedelai, Ia terpaksa mengurangi jumlah produksi tahu buatannya.

“Kalau harganya saya naikin pada ga mau beli. Karena kedelai mahal, saya juga terpaksa kurangi jumlah produksi. Biasa sehari bisa sampai satu ton, sekarang paling setengahnya,” ujarnya, Kamis 9 April 2026.

Oding berharap, harga kedelai kembali normal hingga di bawah Rp. 10.000,- per kilo. “ mudah- mudahan turun. Karena selain kedelai, harga plastik juga naik. Ini semakin memberatkan,” katanya.

Dihubungi terpisah Ketua Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (KOPTI) Kota Tasikmalaya Agus Munajat membenarkan peningkatan harga kedelai. Peningkatan harga terjadi sejak pertengahan Ramadan.

“Naik terus. Hingga hari ini di Rp. 10.600,- per kilo,” katanya.

Penyebab kenaikan harga kedelai salah satunya kondisi geopolitik yang terjadi saat ini. Pihaknya tidak dapat memprediksi, hingga kapan harga kedelai tinggi.

“Mudah- mudahan segera normal,” ujarnya.

Sementara terkait dengan alternatif penggunaan kedelai lokal kata Agus, hal itu sulit dilakukan. Mengingat produksi kedelai lokal kurang, dan kurang memenuhi standar.

“Impor dari Amerika. Untuk lokal masih sulit ya,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....