Perputaran Dana MBG Rp137 Miliar per Bulan, Sumedang Dorong Petani Lokal

  • 09 Apr 2026 18:31 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Sumedang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mulai menggerakkan roda ekonomi daerah. Di Kabupaten Sumedang, peredaran uang dari program tersebut mencapai sekitar Rp137,9 miliar setiap bulan.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyebut angka tersebut menjadi potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal jika dikelola secara optimal.

“Peredaran uang dari program MBG di Sumedang mencapai Rp137 miliar per bulannya. Ini luar biasa, menggerakkan ekonomi di Sumedang,” ujarnya, Rabu 8 April 2026.

Saat ini, terdapat 164 dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendukung program tersebut, terdiri dari 136 SPPG aglomerasi dan 28 SPPG di wilayah terpencil.

Namun demikian, Dony menyoroti masih bergantungnya pasokan bahan pangan pada pasar tradisional di luar daerah, seperti Pasar Caringin. Kondisi ini dinilai berpotensi memicu inflasi sekaligus membuat peluang ekonomi lokal belum tergarap maksimal.

“Jangan hanya belanja ke Caringin. Harus ada rantai pasok untuk MBG dari petani lokal. Pemerintah harus hadir,” tegasnya.

Pemkab Sumedang, lanjut Dony, telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan kelompok tani untuk memperkuat kapasitas produksi lokal. Tantangan utama saat ini adalah menjaga kontinuitas dan kualitas hasil pertanian agar mampu memenuhi kebutuhan program secara berkelanjutan.

Ia mengakui, produksi pangan lokal masih belum stabil baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Meski demikian, upaya terus dilakukan mengingat potensi sektor pertanian di Sumedang cukup besar.

Kabupaten Sumedang memiliki luas lahan pertanian mencapai 31.544 hektare atau sekitar 20,24 persen dari total wilayah. Selain itu, sektor ini juga menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, dengan 134.128 orang atau sekitar 22,11 persen dari total penduduk bekerja.

Di sisi lain, cakupan penerima manfaat program MBG terus diperluas. Hingga saat ini, sekitar 85 persen sasaran telah terlayani, dengan total 355.906 penerima manfaat yang terdiri dari pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

“Program ini kami percepat karena manfaatnya besar. Selain membantu pemenuhan gizi, juga berkontribusi menurunkan angka stunting,” kata Dony.

Pemerintah daerah pun berharap, ke depan program MBG tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga mampu memperkuat kemandirian pangan dan kesejahteraan petani lokal di Sumedang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....