Trayek Bus di Cicaheum Mulai Dialihkan ke Leuwipanjang

  • 09 Apr 2026 13:00 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Beberapa trayek bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) di Kota Bandung mulai dialihkan secara bertahap sebagai bagian dari proyek Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya. Trayek-trayek itu dialihkan dari Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang.

Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi, mengungkapkan bahwa proses pengalihan armada sudah mulai berjalan meski belum sepenuhnya dilakukan. Ia menyebut beberapa perusahaan otobus telah lebih dulu memindahkan sebagian armadanya.

"Untuk pemindahan armada dari Terminal Cicaheum, untuk bis AKAP dan AKDP nya sebagian sudah ada yang beralih ke sana. Sugeng Rahayu, terus Budiman, Eka, Gunung Harta, Sinar Jaya. Jadi tidak seluruhnya, baru sebagian,” kata Asep, Rabu 8 April 2026.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari program pemerintah yang harus didukung bersama. Pihak Terminal Cicaheum pun menyatakan komitmennya terhadap kebijakan tersebut.

"Jadi saya sudah melaksanakan, sebagian armada sudah ada, ke terminal Leuwipanjang. Dikarenakan ini program pemerintah, kami disini mendukung penuh dengan perpindahan armada dari Cicaheum ke Leuwipanjang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Asep menjelaskan bahwa ke depan Terminal Cicaheum akan dialihfungsikan sebagai depo BRT. Ia berharap kehadiran transportasi massal tersebut mampu mengurangi kemacetan serta polusi udara di Kota Bandung.

"Ya mudah-mudahan dengan ada BRT bisa mengurangi di segi kemacetan, di segi polusi udaranya, yang paling utama, mudah-mudahan masyarakat yang biasa yang menggunakan kendaraan sendiri, baik roda 2 atau kota 4 bisa beralih ke angkutan masal, yaitu BRT,” katanya.

Meski demikian, operasional Terminal Cicaheum hingga saat ini masih berjalan normal. Pihaknya masih menunggu sosialisasi resmi dari pemerintah daerah terkait pengalihan trayek secara menyeluruh.

“Untuk Cicaheum masih eksis, masih beroperasi seperti biasa. Dikarenakan kita itu tinggal menunggu sosialisasi dari pemerintah, dari pemerintah dari pemerintah daerah,” ujar Asep.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....