KM 207 A Tol Cisumdawu Retak, akibat Hujan Deras
- 08 Apr 2026 19:33 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Ruas jalan Tol Cileunyi–Dawuan–Sumedang (Cisumdawu) mengalami keretakan sekitar 80 meter dengan kedalaman mencapai 2 meter. Keretakan itu dilaporkan terjadi di KM 207 A arah Bandung menuju Cirebon, Rabu 8 April 2026.
Direktur Utama PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT), Agustinus Sudrajat, mengatakan pihaknya bersama kepolisian telah mengambil langkah cepat dengan melakukan rekayasa lalu lintas. Arus kendaraan dari arah Bandung menuju Cirebon untuk sementara dialihkan keluar melalui Gerbang Tol Paseh.
“Saat ini Tol Cisumdawu atas diskresi Kepolisian, main road KM 194 A di lakukan penutupan dan pengalihan kendaraan dari Bandung menuju Cirebon untuk dapat keluar di Gerbang Tol Paseh,” kata Agustinus dalam rilis, Rabu 8 April 2026.
Selain itu, rekayasa contraflow juga diberlakukan di jalur B atau arah Bandung, tepatnya mulai KM 206+125 hingga KM 208+200 guna mengurai kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi terdampak.
“Juga akan dilakukan contra flow Jalur B (Arah ke Bandung) dari KM 206+125 sampai dengan KM 208+200,” ujarnya menambahkan.
Meski terjadi keretakan, Agustinus memastikan kondisi jalan di KM 207 A masih aman dan laik dilintasi. Retakan yang terjadi berada pada titik KM 207+300 hingga KM 207+400 dan telah ditangani secara darurat.
Penanganan jangka pendek yang dilakukan meliputi pemasangan rambu peringatan, pembatasan kecepatan kendaraan, serta penutupan retakan menggunakan material aspal dan terpal untuk mencegah masuknya air yang dapat memperparah kondisi tanah.
Sementara itu, untuk penanganan jangka panjang, PT CKJT tengah melakukan serangkaian kajian teknis. Di antaranya pengukuran topografi, penyelidikan kondisi tanah, serta analisis geoteknik guna menentukan metode perkuatan yang tepat.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, keretakan diduga dipicu oleh tingginya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir, yang turut memengaruhi kondisi tanah dan sistem drainase di lokasi tersebut.
“Retakan ini kami identifikasi berakibat karena cuaca hujan dengan intensitas tinggi. Pasca kejadian tersebut, kami langsung melakukan identifikasi serta evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase,” kata Agustinus.
Pihak pengelola juga akan terus melakukan pemantauan berkala, terutama pada titik-titik rawan, serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keamanan dan keandalan struktur jalan tol dalam jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....