MoU PSEL Bandung Raya Diteken, Sarimukti Lokasi Utama Pengolahan Sampah Modern
- 08 Apr 2026 11:04 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang akan difokuskan di kawasan Sarimukti. Program ini menjadi bagian dari upaya strategis penanganan sampah terpadu di wilayah Bandung Raya.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa proyek PSEL tersebut dirancang untuk melayani beberapa daerah sekaligus, yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, hingga Kabupaten Purwakarta.
“Program ini memang diarahkan ke Sarimukti untuk mendukung kebutuhan pengolahan sampah di Bandung Raya. Kalau tidak salah, Sumedang sudah memiliki fasilitas sendiri, sementara Garut akan masuk ke Legok Nangka,” ujar Farhan, Rabu 8 April 2026.
Menurutnya, proyek ini merupakan bagian dari komitmen bersama pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan sampah secara berkelanjutan dan berbasis teknologi. Ia menyebut, dalam waktu dekat, rencana pembangunan tersebut akan ditinjau dan direkomendasikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
Setelah mendapatkan persetujuan, pembangunan fasilitas PSEL akan dilaksanakan oleh Danantara dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar tiga tahun.
“Insyaallah setelah ditinjau dan direkomendasikan, pembangunan akan segera dimulai. Timeline-nya kurang lebih tiga tahun,” katanya.
Selain pengembangan di Sarimukti, Pemerintah Kota Bandung juga tengah mempertimbangkan pengembangan lokasi baru untuk pengolahan sampah berbasis teknologi di wilayah Jelekong. Farhan mengungkapkan, pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten Bandung sedang mengkaji dua titik potensial, yakni di Cicukang dan Jelekong.
Meski belum dipastikan apakah kedua lokasi tersebut akan dikembangkan menjadi PSEL, ia menegaskan bahwa kawasan tersebut tetap akan difungsikan sebagai pusat pengolahan sampah modern.
“Untuk Jelekong, kami sedang mempertimbangkan dua titik baru. Apakah nanti menjadi PSEL atau tidak, masih dalam kajian. Namun yang jelas akan dimanfaatkan untuk pengolahan sampah berbasis teknologi,” jelasnya.
Farhan juga menegaskan bahwa ketersediaan bahan baku sampah tidak menjadi persoalan dalam proyek ini. Ia menyebut, hanya dari Kota Bandung dan Kabupaten Bandung saja, volume sampah yang dihasilkan mencapai lebih dari 3.500 ton per hari.
“Tidak perlu khawatir kekurangan suplai sampah. Dari dua daerah saja jumlahnya sudah lebih dari 3.500 ton per hari,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....