Wabup Subang Optimis Bisa Turunkan Prevalensi Kasus Stunting

  • 07 Apr 2026 20:57 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang - Pemerintah Provinsi Jawa Barat, menggelar Rapat Evaluasi Penanganan Stunting, Selasa 7 April 2026, di Aula Rapih Repeh, Gedung Sate, Kota Bandung. Rapat dihadiri sejumlah Kepala Daerah se-Jawa Barat, termasuk Subang dihadiri oleh Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dr. R. Vini Adiani Dewi menuturkan, tujuan rapat ini adalah, untuk mengetahui kondisi dan potensi penanganan stunting di tiap daerah. Sehingga, yang diundang dalam rakor ini, kepala daerah atau wakil kepala daerah.

"Kita akan melihat kondisi masalah gizi di setiap Kota/ Kabupaten, dan mengetahui kekuatan dan potensinya masing-masing," ujar Vini.

Ia menyebut, angka prevalensi stunting Jawa Barat di tahun 2024 adalah, 15,9 persen lebih baik, dari 2023 yang mencapai 21,7 persen, dan menjadikan Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi terbaik, dalam penanganan stunting di tahun 2024. Karena angkanya, di bawah rata-rata provinsi lain.

Ditemui usai acara, Wabup Subang yang merupakan Ketua TP3S Kabupaten Subang menyatakan komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, dalam penanganan stunting. Meskipun Kabupaten Subang, termasuk dalam 4 besar daerah, dengan angka prevalensi stunting terkecil di Jawa Barat.

"Alhamdulillah, hari ini kita rakor dengan Pemda Jawa Barat. Alhamdulillah Subang 4 besar terbawah di 12,4 persen, di bawah rata-rata Provinsi, meski masih jauh dari target ke depan, yaitu 5 persen. In Syaa Allah kita akan terus berkomitmen dengan seluruh steakholder, termasuk dengan BGN melalui MBG, agar zero new stunting tercapai," ujarnya.

Dengan segala upaya dan langkah yang dilakukan, baik oleh Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi, hingga Pemerintah Pusat, Kang Akur optimis, angka stunting di Indonesia khususnya di Jawa Barat, dapat ditekan, dan Indonesia Emas 2045 akan tercapai. Dengan angka yang ada, optimis bisa di raih.

"Saya optimis 2045 bisa tercapai Indonesia Emas, dengan SDM yang unggul," tutupnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, yang juga merupakan Ketua Tim Pencegahan, Percepatan dan Penurunan Stunting (P3S) Provinsi Jawa Barat, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wakil Kepala Daera,h sekaligus Ketua TP3S di daerah masing-masing, yang menjadi bukti komitmen penanganan stunting. Tanpa komitmen ini, stunting akan sangat sulit kita entaskan.

"Terima kasih atas kehadirannya, sebagai komitmen menyelesaikan stunting," ujar Erwan.

Wagub menambahkan, prestasi Provinsi Jawa Barat di 2024,sebagai provinsi terbaik penanganan stunting keberhasilan ini, merupakan hasil kerja seluruh daerah di Jawa Barat.

"Ini bukan kerja keras provinsi, tapi kerja keras bapak dan ibu di Kota/ Kabupaten," tuturnya.

Dia juga mewanti-wanti, prestasi yang diraih harus terus ditingkatkan, dan target angka stunting 5 persen, dan zero new stuntingdi masa kepemimpinan Dedy Mulyadi bersama Erwan Setiawan, dapat segera terwujud. Dan juga dukungan dari semua bupati dan wakil bupati di skeurub Jawa Barat.

"Jangan sampai terlena, dengan penurunan yang lalu, tapi di tahun ini kinerja kita kurang. Di masa kepemimpinan Pak Dedy dan Saya, Jawa Barat harus zero new stunting," tandas dia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....