Bupati Sumedang Lepas Alumni LPDP Mengajar di SD, Dorong Transformasi Pendidika

  • 07 Apr 2026 18:22 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Sumedang – Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir secara resmi melepas pelaksanaan Program Alumni Pejuang Digital yang digagas alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di Gedung Negara, Selasa 7 April 2026. Program ini menjadi langkah strategis dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan berbasis digital di daerah.

Sebanyak 48 alumnus LPDP lulusan S2 dan S3 akan diterjunkan untuk mengajar di sekolah dasar (SD) di wilayah Kabupaten Sumedang. Para relawan berasal dari berbagai perguruan tinggi ternama, baik dalam maupun luar negeri, yang siap berkontribusi langsung dalam peningkatan mutu pendidikan sekaligus percepatan transformasi digital di tingkat dasar.

Bupati Dony menyampaikan apresiasi atas kehadiran para alumni yang memilih mengabdi di Sumedang. Ia menilai program ini membawa harapan baru bagi dunia pendidikan di daerahnya.

“Terima kasih kepada para alumni LPDP yang telah hadir untuk mengabdi. Kehadiran bapak dan ibu membawa perubahan dan harapan baru bagi Kabupaten Sumedang,” ujarnya.

Menurut Dony, program pengabdian tersebut merupakan langkah konkret dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Kehadiran para relawan dinilai mampu memberikan inspirasi sekaligus mendorong pola pikir kritis siswa sejak dini.

"Program ini akan menginspirasi, memberikan motivasi, serta mengajarkan anak-anak untuk berpikir kritis dan memahami digitalisasi,” tambahnya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Sumedang telah memiliki komitmen melalui Program Transformasi Sekolah Simpati yang mencakup empat pilar utama, yakni transformasi kurikulum, tenaga pendidik, peserta didik, serta transformasi digital. Program Alumni Pejuang Digital dinilai sejalan dengan arah kebijakan tersebut.

Dony menegaskan, program ini menjadi awal dari gerakan pengabdian yang lebih luas sebagai upaya menghadirkan perubahan nyata di masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi melalui konsep “jembatan ilmu” yang menghubungkan pengetahuan global dengan potensi lokal.

"Kami ingin ada pertemuan pengetahuan antara dunia global dengan desa. Ini menjadi jembatan ilmu yang akan memperkaya wawasan masyarakat,” ungkapnya.

Untuk memastikan keberhasilan program, Dony meminta seluruh jajaran pemerintah daerah hingga tingkat desa turut berperan aktif. Ia menekankan pentingnya dukungan lingkungan bagi para relawan agar program berjalan optimal.

“Saya minta para camat memastikan para alumni hebat ini memiliki rasa aman dan nyaman, serta memaksimalkan kolaborasi dengan sekolah dan desa agar proses belajar bersama berjalan optimal,” jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....