Camat Pamulihan : PT ANTAM Larang Warganya Lakukan Aktivitas Galian

  • 07 Apr 2026 13:53 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Garut - Camat Pamulihan, Kabupaten Garut, Asep Purnama mengatakan, jangankan memberikan bantuan berupa Coporate Social Responsibility (CSR), alih-alih warga setempat dilarang untuk melakukan aktivitas galian pertambangan emas di kawasan hutan lindung yang dikuasai oleh perusahaan BUMN PT.Aneka Tambang (ANTAM)." Yang kami tahu bahwa PT.Antam hingga saat ini belum melakukan operasional terkait eksploitasi tambang emas dikawasan hutan lindung yang sebagian berada diwilayah kami,"katanya, di Garut, Selasa, 7 April 2026.

Ia mengatakan, ada dua desa potensial yang selama ini dijadikan sebagai aktivitas galian tambang emas, salah satunya berada di Kampung Bojong Buleud, Desa Garumukti, Kecamatan Pamulihan." Warga yang melakukan kegitan galian tambang emas ini terpecah, ada yang dilakukan dikawasan hutan lindung yang notabene merupakan kawasan PT.Antam, juga asa yang melakukan penggalian di kawasan tanah milik,"ujarnya.

Ia menyampaikan, karena dianggap ilegal atau tidak berizin, maka PT. Antam melarang petani atau pengrajin melakukan aktivitas galian diwilayahnya yang merupakan kawasan hutan lindung." Namun tidak sedikit warga kami yang melakukan aktivitas galian ditanah hak milik,"katanya.

Ia mengatakan, pihaknya secara intensif memberikan edukasi kepada warganya yang melakukan aktivitas galian tambang emas ini ditanah hak milik agar menempuh proses perizinan nya." Agar terkesan tidak melindungi kegiatan yang bersifat ilegal, maka kami secara intensif memberikan saran dan edukasi kepada pelaku usaha penggalian tambang emas ini untuk menempuh proses perizinannya,"katanya.

Ia mengatakan, hasil pendataan sedikitnya ada kurang lebih 30 lubang galian tambang emas yang dilakukan oleh petani diarea tanah hak milik dan kawasan hutan lindung yang dikelola PT Antam."Terlepas dari sisi regulasi perizinannya, namun potensi tambang emas di wilayah kami ini sebagai penopang ekonomi bagi masyarakat setempat,"tuturnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....