Pemberangkatan Haji 2026 Dipastikan Normal, Jemaah Tak Khawatir Isu Geopolitik

  • 07 Apr 2026 12:52 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Bandung memastikan penyelenggaraan dan pemberangkatan ibadah haji tahun 2026 berjalan normal, meskipun situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah tengah menjadi perhatian dunia. ‎Kepala Kantor Kemenhaj Kota Bandung Andy Mohammad Arief mengatakan, bahwa Pemerintah Arab Saudi telah memberikan jaminan keamanan dan memastikan seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini tetap berlangsung sesuai rencana.

‎“Berdasarkan informasi resmi, Pemerintah Arab Saudi sudah mengumumkan bahwa penyelenggaraan haji tahun ini berjalan normal,” ujar Andi, Selasa 7 April 2026.

‎Ia menjelaskan, pemerintah Indonesia juga memastikan seluruh persiapan penyelenggaraan haji telah berjalan sesuai jadwal. Bahkan, hampir seluruh aspek teknis telah rampung mendekati 100 persen, termasuk kesiapan transportasi udara.

‎“Pemerintah Indonesia on schedule, seluruh persiapan hampir selesai. Untuk penerbangan juga berjalan normal karena menggunakan maskapai Saudi Airlines dan Garuda Indonesia,” jelasnya.

‎Menurutnya, hingga saat ini tidak ada perubahan kebijakan dari Pemerintah Arab Saudi terkait penyelenggaraan ibadah haji. Oleh karena itu, seluruh tahapan tetap berjalan seperti yang telah direncanakan sebelumnya.

‎Andi menegaskan, kondisi geopolitik yang terjadi di Timur Tengah tidak berdampak terhadap jalur penerbangan jemaah haji Indonesia. Hal ini dikarenakan rute penerbangan menuju Arab Saudi tidak melewati wilayah konflik.

‎“Kalau kita lihat dari peta penerbangan, posisi Arab Saudi berada di sebelah barat, sementara Indonesia di sebelah timur. Jalur penerbangan tidak melintasi wilayah konflik, sehingga aman,” katanya.

‎Ia pun mengimbau masyarakat, khususnya calon jemaah haji, untuk tidak terpengaruh oleh isu-isu yang berkembang. Pihaknya memastikan seluruh proses pemberangkatan dan pelaksanaan ibadah haji tetap aman dan terkendali.

‎“Tidak perlu khawatir. Insya Allah semuanya berjalan normal. Eskalasi yang terjadi berada di wilayah yang tidak dilintasi menuju Arab Saudi,” ucapnya.


‎Andi menyampaikan bahwa pihaknya telah memberikan pembekalan menyeluruh kepada para calon jemaah melalui kegiatan bimbingan manasik haji tingkat kota. Dalam kegiatan tersebut, jemaah juga mendapatkan informasi langsung dari narasumber Kementerian Agama Republik Indonesia dan Kantor Wilayah Provinsi Jawa Barat.

‎“Seluruh informasi sudah disampaikan secara lengkap, sehingga para jemaah memiliki pemahaman yang baik dan tidak terpengaruh kondisi global,” katanya.

‎Untuk tahun 2026, jumlah calon jemaah haji asal Kota Bandung tercatat sebanyak 1.679 orang yang terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter), terdiri dari tiga kloter utuh dan dua kloter gabungan.

‎Seluruh jemaah dijadwalkan berangkat melalui Embarkasi Kertajati, dengan titik keberangkatan dari Asrama Haji Indramayu dan penerbangan melalui Bandara Internasional Kertajati.

‎Pemberangkatan perdana akan dimulai pada 22 April 2026, yakni kloter 2 KJT, yang rencananya akan dilepas secara resmi di Mapolda Jawa Barat.

‎“Alhamdulillah, hingga saat ini seluruh jemaah dalam kondisi sehat dan siap diberangkatkan. Kami juga terus mengingatkan agar jemaah tetap fokus mempersiapkan diri untuk beribadah,” tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....