Pesan Encep Sugiyana di Hari Jadi Subang Ke-78

  • 06 Apr 2026 19:14 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang - Pada HUT Kabupaten Subang yang ke-78 Tahun 2026, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS Encep Sugiyana menyampaikan selamat dan sukses untuk Kabupaten Subang, yang telah menginjak usia yang sudah matang, sehingga mampu melahirkan kesejahteraan masyarakatnya yang lebih baik. Semoga Alloh SWT, sellau memberkahi, dan selalu berada keberkahan.

Encep juga menyampaikan, dalam menyongsong Indonesia Emas di tahun 2045 nanti, ada beberapa permasalahan sosial di tengah masyarakat, yang perlu menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Subang, yang dinakhodai Bupati dan Wakil Bupati Subang Reynaldi dan Agus Masykur Rosyadi. Permasalahan sosial tersebut yakni, yang menyangkut maslah kemiskinan, pengangguran, dan juga permasalahan pendidikan serta kesehatn, yang harus menjadi skala prioritas Bupati dan Wakil Bupati Subang kedepan.

"Mudah-mudahan tingkat kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Subang, bisa menurun, dengan hadirnya sejumlah investor asing, ubah diketahui saat ini ada dua perusahaan besar yang berinvestasi di Kabupaten Subang, yaitu perusahaan mobil listrik, Vin Fast, dan BYD," terang Encep kepada RRI di Subang, Senin 6 Maret 2026.

Ia menyatakan, Pemkab Subang yang saat ini sedang menuju Kabupaten Industri, harus pandai menangkap peluang, agar kehadiran kedua perusahan besar tersebut, bisa mengentaskan kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Subang. Maka dari itu, kata dia, kesiapan sumberdaya manusia (SDM), terutama bagi kalangan pelajaran SMA dan SMK sederajat yang tidak melanjutkan keperguruan tinggi, dan memilih masuk ke dunia kerja yang ada saat ini.

"Saya sangat berharap, peluang kerja di dua perusahan besar tersbeut, bisa diisi oleh anak-anak, atau pekerja dari Kabupaten Subang. Sehingga nanti, tingkat kemiskinan dan pengangguran akan menurun," tegasnya.

Maka dari itu, ia meminta Pemkab Subang mengawal, proses rekrutmen karyawan di kedua perusahan besar tersebut, sehingga mayoritas tenaga kerjanya merupakan masyarakat Subang, dengan kompetensi masing-masing, yang dibutuhkan kedua perusahan tersebut. Selain itu, banyak lulusan dari perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Subang, yang mengisi posisi di kedua perusahaan tersbeut.

"Saya yakin, tak hanya lulusan dari perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Subang, tetapi juga para lulusan perguruan tinggi dari luar Kabupaten Subang, yang merupakan warga Subang asli, akan kembali ke Kabupaten Subang, untuk membangun Kabupaten Subang, melalui dunia kerja yang sudah tersedia di daerah asalnya. Maka dari itu sekali lagi saya tekankan, Pemkab Subang harus mengawal, melalui kerjasama dan kolaborasi dengan kedua perusahan tersebut. Apa yang menjadi kebutuhan kedua perusahan tersebut, dengan SDM yang ada bisa kita penuhi dari Kabupaten Subang sebagai tuan rumah," tutur Encep.

Selain itu dirinya juga menyampaikan, terkait kendala yang dapat mengganggu kelancaran proses rekrutmen tenaga kerja di dua perusahan tersebut, harus segera di berantas, karena dapat menghambat para pencari kerja. Maka dengan sistem yang ada, harus dijalankan, sehingga diharapkan proses rekrutmen tenaga kerja berjalan sesuai dengan harapan.

Selain itu Anggota Legislator dari PKS asal Subang itu, juga meminta kepada Pemkab Subang, agar sektor pertanian tetap menjafi unggulan, dan bisa dipertahankan, meski Subang kedepan menuju zona atau kawasan industri di Jawa Barat, bahkan nasional. Maka dari itu, salah stu program pembangunan di bidang pertanian, harus menjadi skala prioritas.

"Mulai dari pembangunan infrastruktur jalan, irigasi, dan pengadaan alsintan serta pupuk bisa tersedia dengan baik, dan harganya terjangkau. Semua itu harus menjadi perhatian khusus Pemkab Subang saat ini. Termasuk mensuport para pelaku UMKM, mulai dari permodalan, kemasan, hingga penjualan," jelasnya.

Encep menambahkan, di bidang kesehatan, keberadaan puskesmas, harus difasilitasi dengan sarana dan prasarana yang memadai. Baik itu, infrastruktur peralatan medis, hingga ke SDM kesehatan, seperti perawat, bidan dan juga dokter, serta ketersedian obat-obatan yang cukup, yang sesuai kebutuhan masyarakat.

"Sehingga kedepan kasus-kasus penyakit yang terjadi di masyarakat, selama bisa ditangani di puskesmas, tidak perlu lagi di rujuk ke rumah sakit, sehingga pelayanan kesehatan di rumah sakit bisa lebih optimal dan maksimal. Kedepan, tidak ada lagi cerita, pelayanan di rumah sakit umum daerah, menjadi sorotan publik, karena lambannya penanganan, penuhnya ruangan, itu semua tidak akan terjadi lagi, karena penyakit-penyakit, yang masih bisa ditangani di puskesmas bisa diselesaikan dan dituntaskan di puskesmas," pungkas dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....