Antisipasi Anomali El Nino, Sumedang Fokus Perkuat Ketahanan Air dan Pertanian

  • 03 Apr 2026 21:07 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Sumedang - Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang bergerak cepat mengantisipasi dampak anomali iklim El Niño yang diprediksi akan memengaruhi sektor pertanian tahun 2026. Langkah tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi (rakor) yang digelar di Aula Tampomas Setda.

Rakor ini menjadi bagian dari strategi mitigasi menghadapi perubahan pola cuaca yang berpotensi menekan produksi pertanian akibat berkurangnya curah hujan dan meningkatnya risiko kekeringan.

Fenomena El Niño sendiri dikenal sebagai anomali iklim global yang menyebabkan penurunan curah hujan di wilayah Indonesia. Dampaknya, musim kemarau cenderung berlangsung lebih panjang dan intensitas kekeringan meningkat di sejumlah daerah.

Berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, sebagian besar wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau secara bertahap pada April hingga Mei 2026. Adapun puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.

Khusus di Kabupaten Sumedang, dampak El Niño diprediksi mulai terasa sejak Mei, dengan potensi puncak kekeringan pada Agustus. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk melakukan langkah antisipasi sejak dini.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menegaskan pentingnya pengelolaan air sebagai kunci utama menghadapi ancaman kekeringan. Ia meminta seluruh perangkat daerah memanfaatkan sisa musim hujan untuk menampung cadangan air.

“Mumpung ini masih musim hujan, harus banyak menyimpan air, contohnya di danau, embung, bendung, dan sebagainya. Dinas terkait harus mempersiapkan hal ini,” ujarnya, Jumat 3 Maret 2026.

Selain itu, Bupati juga menginstruksikan percepatan perbaikan jaringan irigasi yang rusak serta optimalisasi fungsi bendung agar distribusi air ke lahan pertanian tetap terjaga. Ia menekankan agar proyek irigasi yang telah dianggarkan dalam APBD segera direalisasikan.

Tak hanya infrastruktur, kesiapan sarana pendukung juga menjadi perhatian. Dinas Pertanian diminta memetakan ketersediaan mesin pompa air serta memastikan pasokan bahan bakar guna mendukung operasional di lapangan.

"Upaya penguatan ketahanan pangan keluarga turut menjadi fokus. Para camat diminta mengedukasi masyarakat untuk kembali mengaktifkan program “Teras Hejo”, yakni pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam sayuran," imbuhnya.

Langkah ini dinilai mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri sekaligus menekan pengeluaran rumah tangga di tengah potensi krisis air.

Melalui serangkaian strategi tersebut, Pemda Sumedang berharap dampak El Niño dapat diminimalisir, sekaligus menjaga stabilitas produksi pertanian dan ketahanan pangan masyarakat di tengah ancaman perubahan iklim.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....