Apresiasi KWT Margabakti, Diky Candra: Kreatif Olah Limbah jadi Bermanfaat
- 02 Apr 2026 19:33 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra mengapresiasi kreatifitas Kelompok Wanita Tani (KWT) Kelurahan Margabakti, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Selain mengembangkan pertanian, dan Pengembangan Ayam Ras Petelur (ParasLur), KWT ini juga sukses mengolah limbah plastik menjadi pot tanaman indah.
Diky mengatakan, untuk mendukungckratifitas KWT ini, Ia mengajak agnia ikut membantu KWT. Karena kata dia, ini bukan program Pemkot namun lebih kepada memberi dukungan kepada KWT yang mengelola limbah menjadi bermanfaat.
“Saya ajak pihak manapun untuk membantu,” kata Diky usai mengunjungi KWT Margabakti, Kamis 2 April 2026.
Pada kesempatan itu, Diky juga memborong “Pot Soang” yang terbuat dari limbah galon. Pot ini kata Diky, akan ditanami ragam tanaman ada cabe, bawang daun, terong, stroberi, dan lainnya.
“Saya beli 20. Nanti akan disimpan di Inspektorat, karena di belakang ada ruang cukup luas untuk menyimpan kreasi KWT,” ujarnya.
Diky juga berharap, dinas lainnya bisa menghias kantornya dengan hal- hal kreatif tanpa harus pakai uang rakyat (program atau proyek). Itu kata dia, bisa kerjasama dengan agnia atau menyisihkan sebagian kecil pendapatan.
“ dengan begitu, ini bisa membantu KWT kreatif, memenuhi kebutuhan sehari- hari, menghiasi wilayah dengan memanfaatkan kreativitas mengolah limbah, sekaligus mengangkat sektor pertanian,” katanya.
Tidak hanya KWT Margabakti, Diky yakin KWT di daerah lain juga memiliki kreativitas lain.”Kemarin ke Kawalu di Karsamenak juga masukin Paras Lur dan Kang Sule non APBD. Termasuk di beberapa lokasi lainnya, KWT nya juga jalan. KWT di Bungursari karena punya lahan secara mandiri, mereka bikin kebun cabe dan banyak KWT kreatif lainnya,” ujarnya.
Untuk mendukung ini, ke depan sangat memungkinkan ada aturan melalui Peraturan Wali Kota (Perwal), dimana setiap potensi lingkup pertanian, peternakan, perikanan dan industri mikro makro bisa dikerjasamakan dengan yayasan MBG atau Koplur.
“Tapi ini hanya harapan saja. Intinya setiap kesempatan pemberdayaan dijalankan, dan bila Pemkot suka, akhirnya diprogramkan untuk ketahanan rumah tangga mendukung program pusat memperbaiki gizi antisipasi stunting, inflasi dan lainnya,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....