Siswa SMKN 1 Bandung Terima Beasiswa Pancawaluya, Ringankan Beban Ekonomi

  • 02 Apr 2026 13:00 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Sebanyak delapan siswa SMKN 1 Bandung menerima Beasiswa Personal Pancawaluya yang diinisiasi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga.

Salah satu penerima, Fadiya Putri, menyampaikan rasa syukurnya atas program tersebut. ia mengaku bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya.

“Terima kasih Pak Gubernur, berkat beasiswa ini saya bisa membantu meringankan beban orang tua untuk membeli seragam sekolah, alat tulis, dan perlengkapan sekolah lainnya,” tulis Fadiya, Kamis 2 April 2026.

Hal senada disampaikan Aira Oktavia. Ia mengatakan beasiswa tersebut tidak hanya digunakan untuk kebutuhan perlengkapan sekolah, tetapi juga membantu biaya transportasi harian.

“Karena sebelumnya untuk pergi ke sekolah sangat sulit mendapatkan ongkos,” ujarnya.

Melati Agustin juga merasakan manfaat serupa. Ia mengaku kini tidak lagi merasa menjadi beban bagi orang tuanya dalam memenuhi kebutuhan sekolah.

Sementara itu, Noci Rahmayani menyebut beasiswa tersebut sebagai jawaban atas doa yang selama ini dipanjatkannya. Ia mengungkapkan kebahagiaannya melihat orang tuanya merasa lega karena beban biaya pendidikan berkurang.

Penerima lainnya seperti Nurri Tiara Kirani, Lailla, Akbar Miftah Ash-Shiddieq, dan Dendi Nurahman juga menyampaikan apresiasi atas program tersebut. Mereka menilai bantuan ini tidak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga memotivasi untuk terus berprestasi.

“Saya harap program ini bisa terus berjalan lancar karena di luar sana masih banyak orang tua yang belum mampu memenuhi kebutuhan sekolah anaknya,” kata Akbar.

Program Beasiswa Personal Pancawaluya sendiri diberikan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 422.5/Kep.777-Disdik/2025, sebanyak 9.401 siswa SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta di Jawa Barat menjadi penerima manfaat.

Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp35 miliar, dengan setiap siswa menerima bantuan sebesar Rp3,6 juta per tahun ajaran. Program ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memperluas akses pendidikan sekaligus menekan angka putus sekolah di kalangan pelajar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....