Harapan Baru Fikri, Eks Pemulung Kini Sekolah di Sumedang

  • 31 Mar 2026 10:21 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Senyum kecil M. Fikri Ibrahim (6) akhirnya merekah. Bocah asal Desa Sukaraja, Kecamatan Cibugel, Kabupaten Sumedang, yang sempat menjalani hidup sebagai pemulung di Jakarta bersama neneknya, kini memulai babak baru kehidupan. Fikri diantar langsung Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, untuk bersekolah di Sekolah Rakyat Kabupaten Sumedang, Senin 30 Maret 2026.

Di hari pertamanya, Fikri tampak antusias. Ia cepat berbaur dengan teman-temannya, mengikuti kegiatan mewarnai, serta menunjukkan semangat belajar yang tinggi. Dengan polos, ia bahkan mengungkapkan cita-citanya ingin menjadi seorang polisi.

Perjalanan Fikri menuju bangku pendidikan bukanlah cerita biasa. Sebelumnya, ia tinggal bersama neneknya di Jakarta dan ikut memulung sampah plastik untuk membantu kebutuhan hidup sehari-hari. Kondisi tersebut menarik perhatian aparat kepolisian yang kemudian memberikan bantuan serta menghubungkannya kembali ke kampung halamannya di Sumedang.

“Setiap peristiwa pasti ada hikmahnya. Dari kejadian ini, semua belajar bahwa negara harus hadir. Dan hari ini, kita bersama-sama melihat hikmah itu,” ujar Dony.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah membantu, mulai dari jajaran kepolisian di Jakarta dan Sumedang, Sekretariat Kabinet, PMI, hingga perangkat daerah yang bergerak cepat menangani kondisi Fikri dan keluarganya.

Penanganan dilakukan secara terpadu dan komprehensif. Pemerintah Kabupaten Sumedang bersama Polres Sumedang dan berbagai instansi terkait memberikan bantuan kebutuhan pokok, mengurus administrasi kependudukan, hingga memastikan akses layanan kesehatan melalui BPJS.

Selain itu, bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) juga diberikan melalui kolaborasi pemerintah daerah, kepolisian, dan PMI. Ibu Fikri pun mendapatkan bantuan modal usaha guna memperkuat ekonomi keluarga.

“Yang terpenting, masa depan Fikri harus kita pastikan. Hari ini kita antar dia masuk Sekolah Rakyat, sebuah program pendidikan yang digagas pemerintah pusat agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan pendidikan yang layak dan gratis,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Sumedang AKBP Sandityo menuturkan, Fikri merupakan anak dengan kepedulian tinggi terhadap keluarga. Ia mulai memulung atas inisiatif sendiri untuk membantu sang nenek.

“Fikri ini anak yang cerdas. Dia belum pernah mengenyam pendidikan sebelumnya, tapi sudah mulai kami ajarkan dasar-dasar seperti mengenal warna. Perkembangannya cukup baik,” ungkapnya.

Tak hanya Fikri, adiknya, Naufal, juga mendapatkan perhatian dengan dimasukkan ke pendidikan anak usia dini agar hak pendidikan keduanya terpenuhi sejak dini.

Kini, harapan baru telah tumbuh. Dari kehidupan penuh keterbatasan, Fikri melangkah menuju masa depan yang lebih cerah. Pemerintah memastikan pendampingan akan terus dilakukan hingga keluarga tersebut benar-benar mandiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....