Nyawang Rasa di Cimahi, Upaya Menghidupkan Kembali Spirit Budaya Sunda
- 29 Mar 2026 19:23 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cimahi - Paguyuban Pakusunda Cimahi menggelar kegiatan Nyawang Rasa di Pendopo DPRD Kota Cimahi, Sabtu 28 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya menjaga sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai budaya Sunda yang kian tergerus arus modernisasi.
Acara berlangsung dalam suasana khidmat dan hangat. Aroma dupa dan menyan berpadu dengan sesajen yang tertata rapi, diiringi alunan musik tradisional Sunda, menciptakan nuansa spiritual sekaligus kultural yang kental.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudistira, sesepuh dari Cicalengka Bah Alam, serta sejumlah tokoh adat.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai Nyawang Rasa menjadi ruang penting dalam mempererat kebersamaan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal.
“Keterlibatan generasi muda dalam kegiatan ini menunjukkan adanya harapan besar bagi keberlangsungan budaya Sunda di masa mendatang,” ujar Adhitia.
Sementara itu, Ketua DPC Paguyuban Pakusunda Cimahi, Alit Nurzaelani, menegaskan bahwa Nyawang Rasa bukan sekadar seremoni budaya, melainkan wujud nyata kebersamaan masyarakat.
Ia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk “ngahijikeun” atau menyatukan masyarakat dalam berbagi rasa, kebahagiaan, serta kesadaran akan pentingnya menjaga warisan budaya.
“Beragam kesenian tradisional turut ditampilkan dalam acara tersebut, di antaranya Tarawangsa, Debus, dan Karinding. Penampilan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai budaya Sunda,” katanya.
Alit berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Cimahi. Ia juga menilai potensi budaya dan alam di daerah memiliki nilai ekonomi yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya.
Selain itu, kegiatan ini turut dihadiri berbagai komunitas seni dan budaya Sunda, seperti Karinding Attack dan 111 Serat Awi. Kehadiran mereka memperkuat semangat kolaborasi dalam melestarikan budaya lokal.
Kegiatan Nyawang Rasa berlangsung hingga malam hari, diisi dengan berbagai penampilan seni tradisional. Ia berharap acara ini dapat menjadi langkah awal dalam mengangkat kembali kekayaan budaya Sunda di Kota Cimahi, sekaligus memperkuat identitas budaya di tengah perkembangan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....