Libur Lebaran, Okupansi Hotel di Kota Bandung Tembus 90 Persen

  • 28 Mar 2026 09:04 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Tingkat hunian hotel atau okupansi di Kota Bandung selama libur Lebaran 2026 menunjukkan tren peningkatan signifikan. Lonjakan ini sejalan dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang datang untuk menghabiskan masa liburan di Kota Kembang.

‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa okupansi hotel, khususnya kategori bintang tiga hingga bintang lima, berada di atas 50 persen. Bahkan, secara rata-rata keseluruhan tingkat hunian hotel di Bandung mendekati angka tersebut, meski jumlah kamar yang tersedia sangat besar.

‎“Hotel bintang 3 sampai bintang 5 di atas 50 persen, rata-rata mendekati 50 persen dengan jumlah kamar yang sangat banyak,” ujar Farhan, Sabtu 28 Maret 2026.

‎Peningkatan okupansi ini mencapai puncaknya pada H+2 dan H+3 Lebaran. Pada periode tersebut, tingkat hunian hotel di Bandung dilaporkan melonjak hingga menembus lebih dari 90 persen. Angka ini menunjukkan tingginya minat wisatawan untuk menginap dan menikmati suasana liburan di Bandung dalam waktu yang lebih lama.

‎“Pada H+2 dan H+3, tingkat hunian hotel bahkan sampai di atas 90 persen,” tambahnya.



‎Farhan menjelaskan, mayoritas wisatawan yang datang ke Bandung berasal dari luar kota, terutama kawasan Jabodetabek. Mereka umumnya datang bersama keluarga dan memilih menginap untuk memaksimalkan waktu liburan, sekaligus menikmati berbagai destinasi wisata dan kuliner yang ditawarkan kota ini.

‎Selain peningkatan okupansi hotel, lonjakan juga terjadi pada jumlah pergerakan penumpang. Selama periode libur Lebaran, volume penumpang tercatat mengalami kenaikan sekitar 15 persen. Berdasarkan data sementara, total kunjungan wisatawan ke Bandung telah mencapai lebih dari 723 ribu orang.

‎Kondisi ini dinilai memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, khususnya sektor perhotelan dan pariwisata. Tingginya tingkat hunian hotel turut mendorong peningkatan pendapatan pelaku usaha, mulai dari hotel, restoran, hingga sektor pendukung lainnya.

‎Meski demikian, Farhan mengingatkan para pelaku industri perhotelan untuk tetap menjaga kualitas pelayanan kepada para tamu. Ia menegaskan bahwa kepuasan wisatawan menjadi kunci utama agar tren positif ini dapat terus berlanjut di masa mendatang.

‎“Peningkatan ini harus diimbangi dengan pelayanan yang baik, agar wisatawan merasa nyaman dan ingin kembali lagi ke Bandung,” tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....