Libur Lebaran, Wisatawan ke Kota Bandung Serbu Lima Destinasi Favorit
- 27 Mar 2026 18:29 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Kota Bandung kembali menjadi magnet wisata selama libur Lebaran 2026. Ribuan wisatawan dari berbagai daerah memadati sejumlah destinasi unggulan, dengan lima lokasi tercatat sebagai tujuan paling ramai dikunjungi sepanjang periode libur.
Berdasarkan data yang dihimpun Pemerintah Kota Bandung, lima destinasi wisata terpopuler selama libur Lebaran adalah Masjid Raya Al-Jabbar, Kiara Artha Park, Museum Geologi, Taman Lalu Lintas, dan Saung Angklung Udjo. Kelima tempat tersebut menjadi pilihan utama wisatawan karena menawarkan kombinasi wisata religi, edukasi, budaya, hingga rekreasi keluarga.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan hingga H+3 Lebaran atau sampai 24 Maret 2026 mencapai angka signifikan, yakni sebanyak 723.110 pengunjung.
“Total estimasi kunjungan sampai H+3 itu mencapai 723 ribu lebih wisatawan. Ini menunjukkan Bandung masih menjadi destinasi favorit saat libur Lebaran,” ujar Farhan, Kamis 27 Maret 2026.
Selain lonjakan kunjungan wisata, tingkat hunian hotel di Kota Bandung juga mengalami peningkatan tajam. Pada H+2 dan H+3, okupansi hotel terutama kelas bintang tiga hingga bintang lima mencapai di atas 90 persen. Secara keseluruhan, rata-rata tingkat hunian hotel di Bandung mendekati 50 persen jika digabungkan dengan hotel non-bintang.
Farhan menambahkan, tingginya angka kunjungan tidak hanya terpusat di lokasi wisata resmi, tetapi juga menyebar ke berbagai kawasan kota. Sejumlah titik seperti kawasan Asia Afrika hingga pusat-pusat keramaian lainnya turut dipadati pengunjung, meski tidak seluruhnya tercatat dalam data resmi.
“Kalau kawasan itu memang tidak semuanya terhitung. Asia Afrika, Banceuy, dan titik lainnya ramai sekali,” katanya.
Di sisi lain, terjadi pula peningkatan mobilitas masyarakat yang ditandai dengan kenaikan volume penumpang sekitar 15 persen selama periode libur Lebaran. Hal ini turut berdampak pada kepadatan di sejumlah ruas jalan dan pusat transportasi.
Meski demikian, terdapat beberapa lokasi yang tidak dibuka untuk umum, seperti kawasan Alun-alun Bandung yang masih ditutup selama periode tersebut.
Pemerintah Kota Bandung menilai capaian ini sebagai indikator positif bagi pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Tingginya kunjungan wisatawan turut mendorong pergerakan ekonomi, terutama pada sektor perhotelan, kuliner, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
“Dengan jumlah kamar hotel yang sangat banyak di Kota Bandung, tingkat hunian ini tergolong tinggi. Artinya, aktivitas pariwisata dan ekonomi berjalan dengan sangat baik,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....