Peringatan Bandung Lautan, Wali Kota Bandung Ingin Lebih Bermakna dan Dramatis
- 27 Mar 2026 18:16 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa peringatan Bandung Lautan Api tahun ini tidak akan digelar secara seremonial semata. Pemerintah Kota Bandung memutuskan untuk menunda agenda tahunan tersebut hingga konsep pelaksanaannya benar-benar matang dan memiliki makna yang lebih mendalam.
“Peringatannya kita tunda dulu. Konsepnya masih perlu dimatangkan. Saya ingin ini bukan sekadar seremoni, tapi punya makna kuat, ada dramaturginya,” ujar Farhan, Jumat 27 Maret 2026.
Menurut Farhan, sejumlah ide kreatif sebenarnya telah mulai dirancang, termasuk menghadirkan pendekatan dramatik dalam peringatan tersebut agar pesan sejarah bisa lebih dirasakan oleh masyarakat, khususnya generasi muda. Namun, karena gagasan tersebut muncul dalam waktu yang relatif singkat, persiapan dinilai belum optimal untuk direalisasikan tahun ini.
Awalnya, peringatan dijadwalkan berlangsung pada 24 Maret. Namun, waktu tersebut bertepatan dengan masa libur Lebaran sehingga menyulitkan proses latihan serta kesiapan teknis di lapangan.
“29 Maret kita baru mulai kerja lagi. Enggak sempat latihan sama sekali. Jadi kemungkinan besar kita laksanakan sekitar bulan April,” jelasnya.
Farhan menekankan bahwa esensi dari peristiwa Bandung Lautan Api harus benar-benar dipahami oleh generasi masa kini, bukan hanya diperingati secara simbolis. Ia menyebut, peristiwa tersebut merupakan bukti nyata pengorbanan besar masyarakat Bandung dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Semangatnya adalah pengorbanan. Warga Bandung waktu itu siap berkorban demi tetap utuhnya Republik Indonesia di kota ini,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa tanpa peristiwa bersejarah tersebut, Kota Bandung berpotensi terpecah antara kekuasaan kolonial dan Republik Indonesia. Justru melalui pengorbanan rakyat, Bandung akhirnya sepenuhnya menjadi bagian dari Indonesia.
“Kalau tidak ada Bandung Lautan Api, kota ini bisa terbelah dua. Itu yang harus kita pahami, bukan sekadar diperingati,” tegasnya.
Farhan pun mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih menghargai nilai-nilai perjuangan yang terkandung dalam peristiwa tersebut.
“Mari kita hargai dan hormati pengorbanan seluruh rakyat Bandung untuk persatuan Republik Indonesia,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....